Fort Rotterdam, Jejak Kepahlawanan Rakyat Gowa

Benteng Fort Rotterdam berdiri di jalan Ujung Pandang, menghadap laut atau ke arah barat. Dengan luas sekitar 3 hektar. Benteng dipenuhi bangunan kuno berarsitektur Eropa abad 17-18.


Fort Rotterdam sebuah benteng abad 15 yang berada di pusat kota makasar
Fort Rotterdam. Image via: wikipedia

Dinding Fort Rotterdam dibangun dari susunan batu dan tanah liat dengan ketebalan rata-rata 2 meter. Tingginya bervariasi, dari 5 hingga 7 meter. Di kawasan dalam benteng hingga kini berdiri 15 bangunan klasik berarsitektur Eropa. Bangunan ini peninggalan Belanda yang sempat mengambilalih benteng kekalahan Sultan Hasanudin.

Kini Fort Rotterdam menjadi daya tarik tersendiri bagi warga kota Makassar. Setiap hari, terutama petang, pengunjung ramai mendatangi benteng. Baik untuk sekadar berjalan-jalan, bersantai, atau merekam jejak sejarah yang masih tertinggal di antara bangunan bersejarah.

Sejumlah komunitas juga kerap menggunakannya untuk beragam kegiatan. Adapun pengunjung dari luar, baik lokal maupun mancanegara, kerap menjadikan Fort Roterdam sebagai salah satu tujuan wajib selama liburan di Makassar.

Benteng Firt Rotterdam, amat cantik digunakan sebagai lokasi foto yang cantik
Benteng yang cantik. Image via: @valensakia

Simak: pesona lokasi wisata di Sekitar Makasar.

Sejarah Benteng Fort Rotterdam

Benteng Fort Rotterdam, dari namanya banyak orang salah mengira jika bangunan itu didirikan Belanda. Nyatanya, bangunan itu asli dibangun warga lokal.

Pada awalnya, benteng ini dibangun oleh Sultan Daeng Bonto Karaeng atau Raja Kerajaan Gowa-Tallo ke IX pada tahun 1545.

Warga lokal kala itu menyebut benteng ini dengan nama Benteng Panyua. Dalam bahasa Bugis berarti penyu. merujuk bentuk bangunan. Bangunan ini membentuk lima sudut atau bastion yang jika dilihat dari atas sepintas mirip penyu. Di tambah dengan lokasi yang berada diatas ketinggian di dekat pantai. Makin kuatl kesan penyu tergambar pada benteng ini.

Penyu bermakna mendalam bagi Kerajaan Gowa-Tallo. Penyu, merupakan lambang Kerajaan pimpinan Sultan Hasanuddin tersebut. Seperti penyu yang bisa hidup di darat dan di laut, Kerajaan Gowa-Tallo berharap bisa berjaya baik di darat maupun di laut.

Patung Sultan Hasanudin di Fort Rotterdam dibnagun unutk mengenang perjuangan beliau mempertahankan Gowa dari Belanda
Patung Sultan Hasanudin. Image via: @joshuafavian

Namun sayang, Kerajaan Gowa-Tallo harus takluk di tangan Belanda pada tahun 1669. Benteng kebanggaan kerajaan pun juga terpaksa berpindah kepemilikan. Oleh Belanda, benteng itu dinamai Fort Rotterdam.

Sejak masa itu, wajah benteng itu semakin angker. Karena peperangan sporadis masih sering yang berlangsung di dalam benteng. Yang berarti juga angka kematian yang tinggi di dalam benteng ini.

Lokasi Fort Rotterdam

Benteng Rotterdam berlokasi tidak jauh dari pusat Kota Makassar dan berada dekat dengan Pantai Losari. Tepatnya di Bulo Gading, Kecamatan Ujung Pandang.

Dengan demikian, benteng ini sangat mudah diakses. Pengunjung tidak perlu khawatir tentang transportasi jika memiliki rencana untuk mengunjungi nya. Pengunjung bisa menggunakan taxi atau ojek online

denah fort rotterdam yang sangat jelas berbentuk seperti desain penyu
Desain Penyu . Image via: wikimedia

Simak pula: Benteng Kuto Besak.

Rute Menuju Fort Rotterdam

Ada banyak cara untuk pergi ke Fort Rotterdam. Namun secara umum, untuk akses ke lokasi Benteng Fort Rotterdam cukup mudah, karena lokasinya ada di pusat Kota Makassar. Ada banyak transportasi umum yang melewati benteng kuno ini.

Bisa memilih naik taksi atau pete – pete, bahasa Makasar untuk angkot.. Untuk memperoleh pengalaman baru, namun tetap nyaman, pengunjung sebaiknya mencarter pete-pete. Biaya mencarter pete – pete dari  Makassar Town square hingga ke benteng dalam kisaran harga Rp. 50.000.

Cara mudah lainnya adalah menggunakan jasa transportasi On-Line. Karena lokasi ini ada di tengah kota, jadi sudah terjangkau oleh ojek on-line maupun taksi On-Line.

Jam Buka Fort Rotterdam

Fort Rotterdam buka setiap hari dari pukul 08.00-18.00.

Namun untuk museum di dalam kompleks benteng hanya dibuka Selasa-Minggu di pagi hari dari jam 08.00-12.30.

Tiket Fort Rotterdam

Tiket masuk kompleks benteng Fort Rotterdam gratis. Namun biasanya ada tempat memasukkan dana sumbangan. Walau jumlahnya tidak ditentukan, umumnya pengunjung menyumbang Rp 10.000.

Pengunjung baru dikenai wajib tiket, ketika akan memasuki museum di dalam kompleks benteng. Ada pungutan tiket, sebesar Rp 7.500.

Aktivitas Menarik di Fort Rotterdam

Ada sangat banyak alasan mengapa Benteng Fort Rotterdam menjadi tempat wisata yang sangat layak untuk didatangi pengunjung.

Berikut kami coba ceritakan beberapa alasan itu.

  1. Area Fort Rotterdam yang sangat nyaman

wisata keluarga di fort rotterdam menjadipilihan tepat. tempat yang luas dengan taman yang asri
Wisata Keluarga. Image via: tourism-makassar.id

Saat memasuki Fort Rotterdam, pengunjung akan dibuat terkesan dengan area Fort Rotterdam yang begitu luas. Selain memiliki area yang luas, tempat ini sangat bersih dan tertata rapi. Kesan arsitektur bangunan Belanda masih melekat di tempat ini.

Suasana yang nyaman dan bersih, akan mengingatkan pengunjung pada keasrian suasana benteng-benteng kastil kuno di negara Eropa. Ini bukti ternyata bangsa kita bisa juga mengelola tempat wisata bangunan kuno dengan baik dan tetap terawat bersih.

Para pengunjung warga lokal banyak yang sengaja datang hanay untuk bercengkerama bersama teman, kolega, atau para keluarga. Sengaja mencari tempat bermain di halaman berumput asri atau sekedar duduk- duduk saja.

  1. Event di setiap weekend

efent gala diner maritage kementerian kebudayan di fort rotterdam
Efent Gala diner di benteng. Image via: nuralmarwah.com

Simak juga: Sejarah Benteng Pendem.

Inilah salah satu hal yang membuat animo masyarakat untuk mengunjungi benteng Fort Rotterdam tidak pernah surut. Hampir setiap minggu diadakan event atau festival di tempat ini.

Salah satu festival yang sudah langganan melakukan event di tempat ini adalah MIWF (Makassar International Writer Festival). MIWF ini merupakan salah satu festival terbesar yang diadakan di Makassar, di mana MIWF menghadirkan penulis pilihan seluruh Indonesia dan Mancanegara.

Selain itu, banyak komunitas khususnya komunitas Baca Buku datang di tempat ini setiap weekend untuk mengajak pengunjung membaca buku.

BUkana hanya efent yang bertema seni dan budaya serta kesejarahan yang digelar di sini. Misalnya saja di bulan Juli 2019 ini, tanggal 24 ada acara The 2nd International Conference on Global Science, Technology, and Society. Sebuah acara internasional, tempat berkumpul dan saling bertukar penelitian terbaru antara ahli-ahli terkemuka dunia dalam bidang Sains, teknologi, dan kemasyarakatan.

  1. Tempatnya instagramable

fort rotterdam memeilki banyak spot indah untuk dijadikan latar foto yang cantik
Spot instagramable. Image via: @ratnaayujulianasary

Pengelola Benteng Fort Rotterdam telah melakukan perawatan rutin dan beberapa kali pembaruan. Namun semua jenis perawatan dan pembaharuan dilakukan dengan seminimal mungkin merubah warisan sejarah yang ada. Semua tindakan itu diambil demi menjaga kelestarian tempat bersejarah ini.

Selain memiliki daya tarik bagi pengunjung keluarga, tempat ini sangat populer di kalangan anak milenial. Banyak anak anak muda itu yang mengunjungi Fort Rotterdam hanya ingin mengabadikan momen-moment indah di spot spot benteng ini.

Salah satu yang menjadi daya tarik Fort Rotterdam adalah tempatnya yang instagrammable. Ada banyak spot yang menarik dijadikan tempat berfoto. Salah satunya taman yang ada di belakang gedung Fort Rotterdam. Di taman ini biasanya paling ramai orang-orang mengabadikan momen dengan berfoto-foto.

Lokasi yang cukup eksotik dan berada di wilayah pesisir Makassar menjadi daya tarik tersendiri. Begitupun dengan arsitektur bangunan dan luasnya ruang terbuka yang membuat pengunjung merasa nyaman. Kedua hal itu membuat ada banyak pilihan lokasi yang menarik untuk mengabadikan gambar.

kemunitas fotografi sering memilih fort rotterdam utuk kegiatan hunting foto bersama sekaligus workshop
Komunitas fotografi. Image via: tribunnews.com

Bahkan komunitas fotografi, sering menggunakan lokasi benteng sebagai tempat pertemuan sekaligus berburu foto bersama . Keberadaan mereka mudah dikenali dari kamera DSLR yang mereka pegang. Berbeda dengan pengunjung non kalangan fotografi yang biasanya menggunakan kamera manual atau hanya HP.

  1. Belajar Bahasa Inggris gratis

Tampaknya sebagai salah satu kota yang cukup tinggi kunjungan wisatawannya, keinginan belajar bahasa Inggris cukup meluas di kalangan masyarakat Makasar.

Kedatangan ke lokasi ini tidak hanya menikmati tempat bersejarah di Fort Rotterdam dan mengikuti event atau festival. Pengunjung bisa belajar bahasa Inggris dengan gratis di benteng Fort Rotterdam.

Ada dua komunitas bahasa Inggris yang mengadakan pertemuan setiap hari minggu. Pioneer dan BPEC (Benteng English Pannyukki Club).

Untuk club Pioner kebanyakan pesertanya adalah anak-anak. Sedang BPEC, terbuka untuk umum dan pesertanya lebih banyak kaum muda-mudi atau dewasa awal. Usia 17-30 tahun. Walau sebenarnya club tidak menutup diri untuk peran serta warga uang lebih senior lagi.

  1. Terdapat museum bersejarah

ruang pamer museum la-galigo menyimpan lebihd ari 5.000 koleksi benda bersejarah
Ruang pamer museum la-galigo. Image via: lionmag.net

Simak juga: museum bahari.

Mengunjungi Fort Rotterdam tak lengkap rasanya tanpa mendatangi salah satu museum bersejarah yang pertama kali berdiri di Sulawesi Selatan. Di museum ini, pengunjung bisa memperkaya pengetahuan sejarah tentang kerajaan Sulawesi Selatan.

Museum dalam benteng Fort Rotterdam ini bernama Museum La Galigo. Museum menyimpan lebih dari 5.000 koleksi. Jenis koleksi museum diantaranya merupakan koleksi numismatic, prasejarah, keramik, naskah, naskah. Juga terdapat etnografi yang terdiri dari beberapa jenis teknologi, kesenian serta berbagai benda lain yang digunakan oleh suku Bugis, Mandar, Toraja dan Makassar.

Selain museum, di dalam Fort Rotterdam terdapat beberapa ruangan tahanan bersejarah atau penjara. Salah satu penjara ini adalah yang dipakai untuk menahan Pangeran Diponegoro. Juga terdapat juga sebuah gereja yang dibangun pada jaman penjajahan Belanda.

pemandangan fort rotterdam dari depan
Di depan benteng. Image via: tripadvisor.co.uk

Objek Wisata Dekat Fort Rotterdam

Untuk pengunjung yang masih memiliki waktu wisata, sayang jika hanya mengunjungi 1 obyek saja. Makasar punya beberapa lokasi yang juga pantas untuk dikunjungi. Salah satu yang terdekat adalah pantai losari. Dengan jarah hanya 15 menit jalan kaki, pantai populer di Makasar ini bisa dicapai.

Jika pengunjung menginginkan wisata dengan wahana modern di dalam ruangan, Makasar juga ada. Trans Studio Makasar yang berjarak hanya 5 km dari fort Rotterdam, bisa menjadi pilihan yang tepat. Taman bermain Ini merupakan wahana bermain dalam ruangan terbesar dan terlengkap di Indonesia Bagian Timur.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai Pesona benteng kuno Fort Rotterdam. Semoga bisa menginspirasi anda semua untuk mencoba berwisata ke Benteng bersejarah ini.

Semoga informasi yang kami berikan bisa bermanfaat untuk anda semua.

 

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment