Goa Selomangleng, Warisan Sejarah Raja Airlangga

Goa Selomangleng, sebuah situs bersejarah di kabupaten Kediri. Situs ini berasal dari zaman raja erlangga. Gua ini terbentuk dari batu andesit hitam yang berukuran cukup besar, sehingga tampak cukup menyolok dari kejauhan.


goa selomangleng, warisan sejarah raja airlangga di kediri
Goa Selomangleng. Image via: bosniatravel.net

Goa ini sangat populer di kalangan masyarakat Kota Kediri karena keindahan alam sekitarnya. Berada di kaki Gunung Klotok, goa ini menjadi ikon wisata alam terbesar yang dimiliki Kota Kediri.

Tidak heran jika kemudian pemerintah daerah setempat habis-habisan mengeksploitasi tempat ini dengan fasilitas wisata pendukung.

Posisi goa berada di tempat agak tinggi hingga memaksa pengunjung meniti anak tangga. Secara kasat mata, Goa Selomangleng memiliki dua pintu lobang yang saling berhubungan.

Dalam pengelolaan goa, pemerintah daerah tidak banyak menyentuh bagian goa, karena kawatir merusak warisan budaya berharga ini. Pemerintah hanya menambah destinasi wisata buatan di daerah sekitar goa.

Tak jauh dari akses menuju goa, terdapat sebuah museum yang menyimpan benda-benda bersejarah dari berbagai jaman. Salah satunya adalah relief yang terukir di sebuah batu andesit dan diklaim menjadi jejak Panji di Kediri.

berpose untuk foto cantik di ceruk goa selomangleng Kediri
Pose di ceruk goa. Image via: @dolankediri

Simak juga: Wisata populer di Kediri

Sejarah Goa Selomangleng

Dari cerita yang beredar, Goa Selomangleng dulu digunakan oleh Dewi Kilisuci sebagai tempat pertapaan. Dewi Kilisuci adalah putri mahkota Raja Erlangga yang menolak menerima tahta kerajaan yang diwariskan kepada beliau.

Dewi Kilisuci lebih memilih menjauhkan diri dari kehidupan dunia dengan cara melakukan tapa brata di Goa Selomangleng ini.

Lokasi Goa Selomangleng

Goa Selomangleng terletak di Jalan Mastrip, Pojok, Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur.

Goa Selomangleng berada di daerah gunung klotok atau sekitar 3,5 KM dari pusat kota Kediri.

Rute Menuju Goa Selomangleng

Lokasi ini dapat dengan mudah ditempuh baik menggunakan sepeda motor, maupun kendaraan roda empat.

Jika berangkat dari Blitar, pengunjung bisa mengikuti rute yang biasa dilalui oleh Trans Kediri. Ketika pengunjung sudah sampai di Kediri kota, bisa melanjutkan perjalanan ke Terminal Tamanan. Dari pertigaan Terminal Tamanan, ambil kanan ke arah utara, hingga menjumpai Traffic Light.

Setelah Traffic Light, kemudian belok kiri ke arah barat. Tidak alam kemudian akan sampai di Goa Selomangleng yang dituju.

Depan goa Selomangleng juga cantik digunakan untuk pose foto kenangan
Pose Santai. Image via: @kediristories

Jam Buka Goa Selomangleng

Pengunjung dapat menikmati keindahan berwisata di situs sejarah goa Selomangleng setiap hari dari Senin sampai minggu. Setiap harinya situs ini dibuka mulai jam 07.00 sampai ditutup jam 17.00.

Tiket Goa Selomangleng

Tiket masuk Goa Selomangleng yaitu sebesar Rp.4.000 untuk satu orang dewasa dan Rp 2.500 untuk anak-anak.

Pengunjung dikenai tarif tambahan bila mandi di pemandian. Biaya mandi di kolam renang sekitar Rp.4.000. Fasilitas pada kolam renang ini khusus diperuntukkan bagi anak-anak.

Fasilitas Goa Selomangleng

Kawasan Objek wisata Goa Selomangleng saat ini telah dikembangkan sebagai wisata keluarga. Di sekitar goa Selomangleng ada beberapa fasilitas tambahan seperti Kolam pemandian.

Pengunjung dikenai tarif tersendiri bila mandi di pemandian tersebut. Biaya mandi di kolam renang sekitar Rp.4000. fasilitas pada kolam renang ada yang dikhususkan kolam yang diperuntukkan buat anak-anak.

Aktivitas Menarik di Goa Selomangleng

  1. Menjelajah Goa

Pose di dalam goa selomangleng pada salah satu ceruk
Jelajah Goa. Image via: @adityarevianur

Simak juga: Goa Gajah Bali.

Sepintas tidak ada yang istimewa di goa batu ini, keunikan baru terlihat begitu mendekati pintu goa. Beberapa meter di bawah mulut goa terdapat beberapa bongkahan batu yang berserakan. Sebagian diantaranya terdapat pahatan, menandakan bahwa tempat ini sudah pernah disentuh manusia.

Berbagai corak relief menghiasi dinding luar goa, diantaranya ada yang berbentuk manusia. Melongok ke dalam gua, suasana gelap gulita dan aroma dupa yang cukup menyengat menyambut pengunjung. Kondisi ini kadang memebuat beberapa pengunjung rada ketakutan untuk memasuki goa.

Goa yang terbuat dari batuan andesit ini menjadikannya kedap air. Tidak ada stalagtit maupun stalagmit yang umum dijumpai pada goa-goa alam. Terdapat tiga ruangan dalam goa. Dari pintu masuk, pengunjung tiba di ruangan utama yang tidak begitu lebar dengan sebuah pintu kecil di sisi kiri dan kanan untuk menuju ruangan lain dari dalam goa.

Di dalam goa ini banyak sekali dijumpai relief yang menghiasi dinding goa. Diperlukan penerangan tambahan untuk bisa melihat relief itu dengan jelas. Bisa juga menggunakan sinar lampu dari telepon genggam yang bisa difungsikan sebagai senter.

relief arjuna wiwaha, salahs atu relief dominan di goa selomangleng
Relief arjuna wiwaha. Image via: rumahiman

Memasuki ruangan sebelah kiri dari pintu masuk goa, pengunjung mesti sedikit merangkak dikarenakan ukuran pintu yang cukup kecil. Pada ruangan tersebut, cahaya yang ada semakin minim dikarenakan tidak adanya penerangan pada ruang tersebut. Ditambah ruangan yang kecil dengan atap yang rendah.

Bagian dalam gua tersebut juga memiliki relief-relief yang senada dengan bagian luar goa. Berbeda dengan ruang sebelah kiri goa, pada sisi kanan gua, terdapat relief pada bagian atas dari pintu masuk. Mirip dengan relief yang sering menghiasi bagian atas dari pintu masuk candi. Ruangan ini sedikit lebih lebar dari sisi kiri.

Pada dinding goa, terdapat bagian yang menonjol dengan cerukan kecil di bagian bawahnya, membentuk tungku. Sebatang dupa yang masih menyala nampak berada di dalam tungku tersebut, menebarkan aroma menyengat yang memenuhi seluruh ruangan. Relief-relief yang ada masih bisa terlihat cukup jelas untuk dinikmati.

  1. Mengunjungi Makam keramat

view panorama luas darii tangga menuju makam keramat pendiri Kediri di dekat goa selomangleng
View dari tangga makam. Image via: manusialembah.com

Simak juga: Mak tua bukit siguntang.

Eksotis kawasan Goa selomangleng semakin komplit dengan adanya tiga kuburan keramat yang diyakini sebagai perintis wilayah Kediri. Mereka adalah Tumenggung Mojoroto, Mbah Boncolono, dan Tumenggung Poncolono.

Makam ketiga leluhur itu berada di puncak bukit yang bejarak sekitar 100 meter dari Goa Selomangleng. Untuk mencapai ketiga makam tersebut, para pengunjung harus mendaki kurang lebih 460 anak tangga yang cukup menanjak. Sehingga diperlukan stamina dan persiapan fisik yang kuat untuk bisa mencapai puncak bukit tersebut.

Kisah kepahlawanan ketiga tokoh inilah yang membuat makam tersebut banyak dikunjungi peziarah. Selain untuk mendekatkan diri kepada sang Pencipta, para pengunjung memanfaatkan makam tersebut untuk melihat pemandangan Kota Kediri dari puncak bukit. Dari titik tertinggi permukaan bumi ini, terlihat jelas betapa kecil manusia di hadapan sang Khalik.

  1. Museum Airlangga

koleksi museum Airlangga kebnaykan patung dans ebagian berasal dari situs goa selomangleng
Museum airlangga. Image via: museumku

Tak jauh dari akses menuju goa, terdapat sebuah museum yang menyimpan benda-benda bersejarah dari berbagai jaman. Salah satunya adalah relief yang terukir di sebuah batu andesit dan diklaim menjadi jejak Panji di Kediri.

Para pengunjung bisa mengungkap sejarah Kota Kediri melalui jejak benda-benda tersebut. Petugas penjaga museum juga akan senang hati membantu memberi penjelasan tentang koleksi yang ada.

Banyak koleksi yang ada di lokasi Museum Airlangga, tapi dari semua koleksi yang ada di museum, banyak yang rusak karena tidak terurus dengan baik. Di antara koleksi dari museum Airlangga antara lain: kalamakara, fragmen relief, batu bata kuno, guci, tembikar, batu jambang yang berada paling tengah, dan masih banyak arca yang lain.

patung dewi kilisuci di depan lokasi wisata goa selomangleng
Dewi kilisuci. Image via: detik.com

Objek Wisata Dekat Goa Selomangleng

Setelah kaki pegal berkeliling di objek wisata sejarah ini, tidak ada salahnya mencoba beristirahat meregangkan otot di Wisata Air Sumber sugih Waras. Objek wisata ini berjarak hanya 16 km atau sekitar 30 menit perjalanan mobil. Di sana pengunjung bisa menemukan kolam terapi yang berisi berbagai jenis ikan salah satunya adalah ikan Garra Rufa yang yang akan menggigit dan memakan sel-sel kulit mati.

Bagi yang ingin melanjutkan dengan wisata budaya dan sejarah, bisa mencoba Klenteng Tjoe Hwie Kiong di Jalan Yos Sudarso, yang hanya berjarak 7 km dari goa Selomangleng. Klenteng ini menjadi tempat persembahyangan bagi umat tri dharma. Altar sebelah kiri altar pemujaan penganut Tau. Di tengah bagi penganut Buda. Sebelah kanan bagi penganut Kong Hu Cu.

Itulah informasi tentang Goa Selomangleng Kediri. Selamat menikmati liburan di Taman bersejarah ini.

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment