Gua Sunyaragi, Taman Menyepi yang Kini Ramai Pengunjung

Di Kota Cirebon  terdapat bangunan mirip candi yang disebut Gua Sunyaragi. Sering juga disebut sebagai Taman sari Sunyaragi. Nama “Sunyaragi” berasal dari kata “sunya” yang artinya sepi dan “ragi” yang berarti raga, keduanya adalah bahasa Sanskerta.


Gua Sunyaragi Cirebon, Taman untuk meditasi sultan cirebon yang kini populer
Gua Sunyaragi. Imae via: liputanislam.com

Tujuan utama didirikan gua tersebut adalah sebagai tempat peristirahatan dan meditasi para Sultan Cirebon dan keluarganya.

Gua Sunyaragi merupakan salah satu benda cagar budaya yang berada di Kota Cirebon dengan luas sekitar 15 hektare.

Konstruksi dan komposisi bangunan situs ini merupakan sebuah taman air. Karena itu Gua Sunyaragi disebut taman air gua Sunyaragi. Pada zaman dahulu kompleks gua tersebut dikelilingi oleh danau yaitu Danau Jati.

Lokasi di mana dulu terdapat Danau Jati saat ini sudah mengering dan dilalui jalan by pass Brigjen Dharsono, sungai Situngkul, Pembangkit Listrik Tenaga Gas, persawahan dan pemukiman penduduk.

Selain danau, itu di gua tersebut banyak terdapat air terjun buatan sebagai penghias. Ada juga hiasan taman seperti Gajah, patung wanita Perawan Sunti, dan Patung Garuda. Gua Sunyaragi merupakan salah satu bagian dari keraton Pakungwati.

Gua Sunyaragi yang populer dikunjungi puluan ribu pengunjung tiap tahun
Ramainya pengunjung. Image via: @guasunyaragi

Simak juga: Berbagai tempat wisata di Cirebon.

Mitos Perjodohan di Goa Sunyaragi

Ada mitos yang terkenal dari Gua Sunyaragi seputar jodoh. Bagi para perawan yang belum mendapatkan pasangan dilarang untuk menyentuh salah satu patung batu bernama Perawan Sunti. Konon jika ada yang melanggar, maka dipercaya akan sulit mendapatkan jodoh.

Tapi apabila secara tidak sengaja sudah menyentuh patung batu tersebut, ada hal yang bisa dilakukan untuk menangkal. Yakni berjalan masuk ke dalam Gua Kelanggengan. Gua Kelanggengan dipercaya bisa melanggengkan sesuatu termasuk masalah jodoh.

Sejarah Gua Sunyaragi

Gua Sunyaragi bukanlah gua biasa yang terbentuk dari fenomena alam yang terjadi di kawasan karst. Gua unik ini terbentuk dari susunan batu dan memang terlihat mirip dengan gua batu alami padahal gua ini adalah hasil karya tangan manusia.

Pembuatan Gua Sunyaragi yang diprakarsai oleh Pangeran Emas Zaenul Arifin atau Panembahan Ratu Pertama ini dibuat selama tiga periode di awal abad ke-18. Dahulu gua ini dipercaya sebagai tempat Sultan Cirebon dan keluarganya mencari ketenangan.

patung perawan sunti gua sunyaragi, dimitoskan jika memegang bisa sulit jodoh
Perawan Sunti. Image via: detik.com

Ada pula yang mengatakan gua ini sebagai tempat penggemblengan tentara kesultanan Cirebon.

Tahun 1852, taman ini sempat diperbaiki karena pada tahun 1787 rusak akibat perang. Saat perang itu taman ini digunakan sebagai benteng pertahanan. Pemugaran terakhir dilakukan pemerintah RI, yang memugar Taman sari secara keseluruhan dari tahun 1976 hingga 1984. Sejak itu tak ada lagi aktivitas pemeliharaan besar pada kompleks ini.

Lokasi Gua Sunyaragi

Cagar budaya Gua Sunyaragi berlokasi di sisi jalan By Pass Brigjen Dharsono, Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon.

Rute Menuju Gua Sunyaragi

Bagi wisatawan asal kota Cirebon  sudah tidak bingung lagi untuk mendatangi lokasi Obyek Wisata Gua Sunyaragi di Sunyaragi Cirebon Jawa Barat. Sedangkan untuk pengunjung luar kota bahkan luar negeri, tentu mereka sedikit bingung.

Sudut cantik Gua sunyaragi cocok dipakai latar foto yang instagramable
Sudut cantik taman, Image via: @mimiey_

Simak juga: Pesona Gua Pindul.

Untuk menuju lokasi Wisata Gua Sunyaragi dapat dilakukan dengan kendaraan pribadi baik Mobil ataupun motor. Pengunjung bisa meminta panduan arah ke Obyek Wisata Gua Sunyaragi di Sunyaragi Cirebon Jawa Barat di google maps yang terpasang di smartphone. Panduan itu akan cukup akurat, sebab posisi taman yang di tengah kota sudah terpetakan dengan baik oleh aplikasi peta.

Sedangkan untuk pengunjung yang memilih memakai kendaraan umum seperti : bis umum atau angkutan lainnya juga bisa mencapai taman dengan mudah. Setelah pengunjung sampai  di terminal bis atau kereta api di kota Cirebon, pengunjung bisa mencari Ojek atau taksi.

Ojek atau taksi konvensional maupun On-Line bisa melayani rute Taman Sunyaragi dengan baik. Lokasi ini hanya berjarak 1.5 km dari terminal Harjamukti Cirebon, dan 5 km dari stasiun kereta api Cirebon.

bersama teman di gua sunyaragi terasa menyenangkand engan lokasi foto yang indah
Bersama teman. Image via: @fitri.andarwati

Jam Buka Gua Sunyaragi

Cagar budaya Gua Sunyaragi buka setiap hari dari pukul 8.00-17.30.

Tiket Gua Sunyaragi

Untuk menikmati wisata sejarah di taman gua sunyaragi pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar Rp 10.000. Untuk parkir dikenakan tarif sebesar Rp 3.000.

Pengelola juga menyediakan jasa pemandu wisata bagi yang ingin mengenal sejarah dari Goa Sunyaragi dengan biaya sebesar Rp 50.000.

Fasilitas Gua Sunyaragi

Obyek Wisata Gua Sunyaragi di Sunyaragi Cirebon Jawa Barat bisa dibilang sebuah wisata gua  yang memiliki fasilitas pendukung wisata yang memadai. Hal ini mungkin karena lokasi yang di tengah kota ditambah keseriusan pengelola taman ini.

Beberapa fasilitas yang dimiliki taman adalah: Area Parkir kendaraan, Mushola, Kamar mandi / MCK, Penginapan, dan warung makan.

Daya Tarik Gua Sunyaragi

  1. Struktur Taman

Gua kelangenan taman sunyaragi. konon ini gua penawar dari efek perawan sunti
Gua kelangenan. Image via: wikipedia.org

Kompleks tamansari Sunyaragi ini terbagi menjadi dua bagian yaitu pesanggrahan dan bangunan gua. Bagian pesanggrahan dilengkapi dengan serambi, ruang tidur, kamar mandi, kamar rias, ruang ibadah dan dikelilingi oleh taman lengkap dengan kolam. Bangunan gua-gua berbentuk gunung-gunungan. Dilengkapi terowongan penghubung bawah tanah dan saluran air.

Bagian luar kompleks aku bermotif batu karang dan awan. Pintu gerbang luar berbentuk candi bentar dan pintu dalamnya berbentuk paduraksa.

Induk seluruh gua bernama Gua Peteng (Gua Gelap) yang digunakan untuk bersemadi. Selain itu ada Gua Pande Kemasan yang khusus digunakan untuk bengkel kerja pembuatan senjata sekaligus tempat penyimpanan senjata. Perbekalan dan makanan prajurit disimpan di Gua Pawon. Gua Pengawal yang berada di bagian bawah untuk tempat berjaga para pengawal.

Saat Sultan menerima bawahan untuk bermufakat, digunakan Bangsal Jinem. Untuk tempat Sultan beristirahat, dilakukan di Mande Beling. Ada pula Gua Padang Ati (Hati Terang), yang diperuntukkan khusus tempat meditasi bagi Sultan.

  1. Perpaduan Kebudayaan

Patung Gajah di gua Sunyaragi menunjukkan pengaruh hindu dalam arsitektur taman ini
Gajah Sunyaragi. Image via: dianjuarsa.com

Simak juga: situs Gua Gajah Bali.

Dilihat dari gaya atau corak dan motif-motif ragam rias yang muncul serta pola-pola bangunan yang beraneka ragam dapat disimpulkan bahwa gaya arsitektur gua Sunyaragi merupakan hasil dari perpaduan antara gaya Indonesia klasik atau Hindu, gaya Cina atau Tiongkok kuno, gaya Timur Tengah atau Islam dan gaya Eropa.

Gaya Indonesia klasik atau Hindu dapat terlihat pada beberapa bangunan berbentuk joglo. Misalnya, pada bangunan Bale Kambang, Mande Beling dan gedung Pesanggrahan, bentuk gapura dan beberapa buah patung seperti patung gajah dan patung manusia berkepala garuda yang dililit oleh ular.

Seluruh ornamen bangunan yang ada menunjukkan adanya suatu sinkretsime budaya yang kuat yang berasal dari berbagai dunia. Namun, umumnya dipengaruhi oleh gaya arsitektur Indonesia Klasik atau Hindu.

Gaya Cina terlihat pada ukiran bunga seperti bentuk bunga persik, bunga matahari dan bunga teratai. Di beberapa tempat, dulu Gua Sunyaragi dihiasi berbagai ornamen keramik Cina di bagian luarnya. Keramik-keramik itu sudah lama hilang atau rusak sehingga tidak diketahui coraknya yang pasti.

kuburan cina di gua sunyaragi, lokasi warga tionghoa keturunan pengawal ratu yang berdarah tionghoa
Kuburan cina. Image via: dianjuarsa.com

Juga ada penempatan keramik-keramik pada bangunan Mande Beling serta motif mega mendung. Misalnya pada kompleks bangunan gua Arga Jumut. Ini memperlihatkan bahwa gua Sunyaragi mendapatkan pengaruh gaya arsitektur Cina.

Selain itu ada pula kuburan Cina. Kuburan tersebut bukanlah kuburan dari seseorang keturunan Cina, melainkan merupakan sejenis monumen yang berfungsi sebagai tempat berdoa. Tempat berdoa para keturunan pengiring-pengiring dan pengawal-pengawal Putri Cina. Putri cina itu adalah Ong Tien Nio atau Ratu Rara Sumanding yang merupakan istri dari Sunan Gunung Jati.

Sebagai peninggalan keraton yang dipimpin oleh Sultan yang beragama Islam, gua Sunyaragi dilengkapi pula oleh pola-pola arsitektur bergaya Islam atau Timur Tengah. Misalnya, relung-relung pada dinding beberapa bangunan, tanda-tanda kiblat pada tiap-tiap pasalatan atau musholla, adanya beberapa pawudlon atau tempat wudhu. Juga bentuk bangunan Bangsal Jinem yang menyerupai bentuk Kabah.

Gua Sunyaragi didirikan pada zaman penjajahan Belanda sehingga gaya arsitektur Belanda atau Eropa turut mempengaruhi gaya arsitektur gua Sunyaragi. Tanda tersebut dapat terlihat pada bentuk jendela yang terdapat pada bangunan Kaputren. Bentuk tangga berputar pada gua Arga Jumut dan bentuk gedung Pesanggrahan.

  1. Kompatibel dengan pengunjung Milenial

Taman gua sunyaragi mempercantik diri dalam rangka usaha untuk mendekatkan diri dengan generasi muda
Mencoba tampil muda. Image via: @siscasuwandi

Simak juga: Taman Celosia Instagramable.

Walau lokasi ini diniatkan untuk wisata sejarah, dengan tujuan pelestarian dan pengenalan sejarah, namun tidak berarti harus menjadi suram dan kuno. Pengelola sangat menyadari, bahwa untuk membuat anak muda tertarik belajar sejarah taman ini, mereka harus tertarik untuk datang dahulu. Dengan kesadaran itu lokasi ini mencoba menyesuaikan diri agar kompatibel dengan generasi muda.

Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat menuturkan Goa Sunyaragi ini usianya sudah lebih dari 400 tahun. Bila objek wisata ini tidak dikembangkan dengan berbagai inovasi dan kreativitas dikhawatirkan akan sepi pengunjung.

Implementasi dari pemikiran beliau itu, pengelola kemudian mengembangkan wahana wisata baru. Untuk menambah daya tarik wisatawan, disediakan juga wahana bagi para pengunjung yaitu Sepeda terbang, Balon terbang, Ayunan Terbang, dan Panahan.

View indah yang ada di Gua Sunyaragi ini sering kali digunakan untuk berfoto. Tidak hanya sekedar berfoto, pasangan-pasangan yang hendak menikah pun menggunakan gua sunyaragi sebagai foto pre-wedding.

sepeda terbang gua sunyaragi salah satu wahana yang dituuakn untuk menarik pengunjung muda
Sepeda terbang. Image via: @guasunyaragi

Tips Mengunjungi Gua Sunyaragi

Ada beberapa tips yang sebaiknya diperhatikan selama mengunjungi taman gua sunyaragi ini. Berikut beberapa diantaranya:

  • Bawa pelindung kepala

Sebagian besar area Goa Sunyaragi adalah tempat terbuka. Anda akan langsung merasakan sengatan sinar matahari khas pesisir utara Jawa. Oleh karena itu, bawalah pelindung kepala. Topi sangat membantu, juga sunblock dan kaca mata hitam.

  • Hati-hati kepala terantuk

Taman Sari Goa Sunyaragi punya beberapa goa yang bisa dimasuki oleh wisatawan. Beberapa goa tersebut bernama Goa Peteng, Goa Pengawal Goa Pawon, Goa Arga Jumut, dan lainnya. Pintu goa didesain rendah, sehingga Anda harus menunduk saat masuk ke sana. Kehati-hatian ini diperlukan agar tidak terantuk bangunan dan bagian atas pintu yang terbuat dari karang tajam. Selalu hati-hati saat memasuki goa.

Selain itu, terdapat pula beberapa kolam dengan kedalaman hingga lima meter. Jika membawa anak-anak, awasi pergerakan agar tidak terjadi kecelakaan.

  • Datang pada sore hari

Saat berkunjung ke taman Gua Sunyaragi, ada baiknya jika pengunjung datang saat sore hari mulai pukul 16.00. Matahari di Cirebon cukup menyengat pada siang hari.

Kunjungan ke taman ini akan mengharuskan untuk berkeliling. Sehingga butuh tenaga ekstra jika dilakukan dalam kondisi siang yang terik, namun menjadi nyaman jika dilakukan dalam keteduhan sore.

Salahs atu sudut gua sunyaragi, menunjukkan penggunaan batu karang laut sebagai pelapis untuk menimbulkan kesan Gua.
Sudut taman. Image via: merahputih.com

Objek Wisata Dekat Gua Sunyaragi

Ketika mengunjungi taman gua Sunyaragi ada baiknya jika juga merangkaikan dengan mengunjungi keraton di Cirebon. Keraton dan Taman Sunyaragi adalah 1 kesatuan paket sejarah yang tidak bisa terpisahkan.  Dari Taman Gua jarak ke Keraton Kasepuhan 4,3 km. Sedangkan Keraton Kanoman 4.7 km. terakhir Keraton Kacirebonan relatif sama. Yakni sekitar 7 km.

Bagi pengunjung yang setelah mengunjungi taman sakral sunyaragi dan ingin melanjutkan ke wisata religi, bisa memilih Makam sunan Gunung Jati. Makam anggota wali songo ini berjarak sekitar 7.5 km dari taman.

Sekian dulu kami nativeindoensia.com membagikan kisah soal taman gua sunyaragi. Semoga di hari ke depan, anda bisa luangkan waktu untuk datang mengunjungi lokasi taman sakral ini.

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment