Pantai Sungai Cuka, Ketika Terumbu Karang Berbalik Menyapa Pengunjung

di Pantai Sungai Cuka pengunjung bisa menjumpai barisan pohon-pohon yang tinggi di bibir pantai. Yang paling unik dari pantai ini adalah Terumbu karang yang muncul di permukaan ketika air surut. Dunia seakan dibalik. Jika biasanya penyelam yang harus mengunjungi terumbu ke dalam air, di sini sebaliknya terumbu yang mengunjungi pengunjung ke atas permukaan.


Pantai Sungai Cuka pantai landai dengan keberadaan gosong pad area dekat lepas pantainya
Pantai Sungai Cuka. Image via: @seciorina

Dari Pantai Sungai Cuka Anda bisa melihat aktifitas tongkang dan tugboat pengangkut batubara dari kejauhan. Air laut di pantai ini tidak begitu jernih tapi masih Nampak bersih dan bisa menjadi hiburan Anda bersama keluarga jika ingin bermain air.

Sejarah Nama Pantai Sungai Cuka

Menurut cerita penduduk sekitar, pantai ini dulunya bernama pantai Sungai Suka. Nama itu diberikan dengan alasan bahwa dulu setiap akhir tahun, orang ramai berdatangan untuk berdagang. Mereka berasal dari Masyarakat Tabunio, Takisung.

Karena masyarakat itu merasa senang dengan kondisi alam dan kegiatan mereka di lokasi itu, maka tersebutlah pantai ini sebagai pantai Sungai Suka.

Di sekitar pantai ada tanaman pohon asam dan rasa buahnya asam, atau cuka. Entah siapa dan mulai kapan memulainya, lambat laun nama pantai ini menjadi pantai Sungai Cuka.

gazebo pantai sungai cuka yang disuusn rapi berselangs eling dengan rindang pohon peneduh
Gazebo. Image via: pantaiseicuka

Simak Juga: Wisata Banjarmasin

Lokasi Pantai Sungai Cuka

Pantai Sungai Cuka merupakan salah satu pantai yang dimiliki Provinsi Kalimantan Selatan yang terletak di Sungai Cuka, Satui, Kabupaten Tanah Bumbu.

Dari pusat kota kabupaten Tanah Bumbu, Pantai ini berjarak 103 km. Sedangkan dari kota provinsi, Banjarmasin, pantai indah ini berjarak 167 km.

Rute Menuju Pantai Sungai Cuka

Jika perjalanan dimulai dari kota Kabupaten Tanah Bumbu, tepatnya kantor bupati rute perjalanannya sebagai berikut.

Ke arah selatan di Jl. Dharma Praja sejauh  6,6 km. Kemudian Belok kanan ke Jl. Ahmad Yani atau juga dikenal dengan nama Jl. Batulicin – Pelaihari. Tetap di rute ini sejauh 10,6 km. ketika bertemu pertigaan jalan mangkubumi, ambil Belok kiri ke Jl. Mangkubumi. Sejauh 140 meter, Belok kanan ke Jl. Ahmad Yani Pagatan.

500 meter di jalan ahmad yakni, kemudian Belok kanan, tetap di jalan Mangkubumi sejauh 1,9 km. Kembali masuk ke Jalan Jl. Ahmad Yani. Susuri terus jalan ini sepanjang 76 hingga.

Sampai di depan kantor Desa Sungai Cuka, ambil arah kiri pada pertigaan itu. Dari pertigaan itu jarak pantai sungai cuka sekitar 7 km lagi.

Penginapan di area pantai sungai cuka memeilki warna Bali pada ornamennya
Penginapan ini Bukan di Bali. Image via: kalimantanjalanjalan

Jam Buka Pantai Sungai Cuka

Pantai Sungai Cuka terbuka 24 jam menerima kunjungan dari pengunjung yang hendak melepas penat dengan bersantai di pantai ini.

Tiket Pantai Sungai Cuka

Untuk memasuki pantai nan indah ini pengunjung tidak dikenakan tiket masuk. Gratis. Pengunjung hanya perlu menyediakan uang untuk membayar parkir kendaraan, yang tarifnya normal seperti umumnya parkir di tengah pasar atau tempat umum lainnya.

Fasilitas Pantai Sungai Cuka

Di tepi pantai Sungai Cuka, pengunjung dapat menikmati keindahan pantai dan berbagai fasilitas yang telah disediakan oleh pengelola. Untuk fasilitas publik yang bsia diakses secara gratis tersedia lokasi parkir, toilet, dan gazebo.

Sedangkan untuk fasilitas berbayar, tersedia Cottage Inn, Cafe Joeluck, Banana Boat, Snorkeling, Engine ATV, dan juga Perahu Tradisional Katir.

Café dan warung makan di sekitar pantai menyediakan menu berbagai Makanan Khas Banjarmasin.

Aktivitas Menarik di Pantai Sungai Cuka

  1. Pantai yang Indah

Pantai sungai ciuka yang luas dan landai menimbulkan keleluasaan bagi pengunjung dalam menikmati ebrbagai aktivitas menyenangkan di pantai berpasir coklat ini
Pantai yang luas. Image via: pantaiseicuka

Simak juga: Pantai Asmara.

Berada di perbatasan antara Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Tanah Laut pantai ini masih sangat alami. Ketika berada di pantai Sungai cuka, suasana yang terasa adalah tenang dan indah. Pasir pantai yang berwarna abu-abu dengan kontur pantai yang landai. Unutk air laut di panati ini, airnya sangat jernih.

Tepat kiranya jika banyak pengunjung menilai bahwa pantai ini adalah tempat yang nyaman untuk bermain air dan pasir.

Di sepanjang pantai pengunjung anak maupun dewasa bebas untuk mengekspresikan dirinya. Mereka bisa bermain pasir, mulai dari membuat benteng-bentengan, istana-istana an atau bahkan mengubur bagian tubuh di dalam pasir. Seperti kebiasaan yang banyak dilakukan orang di pantai, yang konon memiliki efek positif bagi kesehatan.

Pada beberapa bagian pantai, pengelola memasang deretan boan luar mobil raksasa. Deretan ban ini berfungsi sebagai barier, sebagai pemecah ombak.

Selain bermain pasir, pada bagian luar pantai, di seberang dataran pasir, ada dataran pasir keras berumput. Pada daerah ini pengunjung bisa melakukan olahraga lain mulai dari main voli sampai futsal. Bahkan tempat ini rasanya cocok jika dipakai mendirikan tenda untuk neginap di pantai.

  1. Terumbu karang

Pada beebapa bagian pantai sungai cuka terdapat terumbu karang yang tumbuh snagatd ekat ke permukaan, bahkan saat surut bagian itu akan muncul di atas muka air.
Terumbu karang permukaan. Image via: @pantaisungaicuka

Keistimewaan pantai ini dibandingkan dengan pantai lainnya di Tanah Bumbu dan bahkan pantai lain di seluruh dunia  adalah terumbu karang. Jika di pantai lain, menikmati terumbu karang harus bersusah payah snorkeling atau bahkan diving, di panati ini tidak perlu.

Ada hamparan terumbu karang yang tumbuh dengan luas kurang lebih 2 Km. Dengan menggunakan perahu cepat ataupun perahu nelayan, lokasi itu bisa dicapai dalam waktu waktu tempuh 15 menit. Di lokasi ini hanya dengan berdiri di pantai saja, pengunjung sudah bisa menikmati keindahan terumbu karang.

Pada beberapa titik, terumbu karang itu bukan hanya bisa dilihat. Beberapa terumbu karang itu bahkan muncul di permukaan ketika air surut. Sehingga memungkinkan untuk diamati dengan sangat dekat, bahkan dipegang, tanpa harus membasahi diri dengan masuk ke dalam air.

Dari sekian banyak terumbu karang di pantai itu, ada yang berbentuk menyerupai seekor buaya sehingga masyarakat pun sering menjuluki sebagai Terumbu Karang Batu Buaya.Dari sana jugalah yang menyebabkan panatai ini juga populer dengan anma Pantai Batu Buaya atau pantai wahana batu buaya.

  1. Pemukiman Warga Bali

Area pantai yang didiami olehw arga transmigrasi asal bali, memebrikan aksen bali pada pantai sungai cuka ini
Sumpah! Ini bukan bali. Image via: kalimantanjalanjalan

Simak Juga: Pantai Tebing lombok.

Mengenai dunia pariwisata di Indonesia, memang tidak bisa dipungkiri bahwa Bali adalah trend center. Bukan hanya soal potensi wisata alam, manusia Bali seakan punya sentuhan ajaib untuk membuat sesuatu menjadi terlihat indah.

Seperti ada lelucon di kalangan seniman Eropa yang mengatakan bahwa seniman Bali hanya butuh menggunakan garpu dan sendok ketika mengerjakan sepotong kayu. Namun hasilnya adalah patung lebih indah daripada mereka yang mengerjakan kayu dengan alat-alat yang modern.

Sentuhan Bali ini di pantai Sungai cuka. Hal ini sebagai efek dari program transmigrasi pemerintah di tahun 80-an. Keberadaan aroma warga Bali yang bermukim di sekitar pantai, sudah terasa sejak dari perjalanan menuju pantai.

keberaddan pohon perindang di area pantai sungai cuka bisa dimanfaatkan untuk bersantai dengan hammock
Cara menikmati pantai. Image via: kalimantanjalanjalan

Suasana Bali bisa dilihat pada rumah-rumah dengan gaya Bali. Mulai dari pintu gapura rumah yang memakai angkul angkul  berukir bercat Merah bata. Sampai dengan pelinggih keluarga yang ada di setiap rumah.

Pengunjung yang punya waktu, bisa berhenti sejenak di tepi jalan dan berfoto di depan salah satu rumah itu. Berfoto di depan pintu gerbang salah satu pura yang ada di lokasi ini bisa menimbulkan kes aan berada di Bali.

Bahkan ketika foto itu dipajang di Instagram, bisa diduga sebagian besar teman akan menduga bahwa kita sedang bertamasya di Bali. Sentuhan Bali juga bisa dirasakan pada pintu gerbang. Pada pintu gerbang menuju pantai tertancap buah payung besar dan Jelontek di kiri kanannya. Yang mana  Sangat jelas 2 hal itu adalah ornamen khas bergaya Bali.

  1. Kuliner

kondisi pantai yang landai dan angin tidak terlalu kencang memebuat pantai sungai cuka nyaman untuk lokasi piknik makan bersama keluarga
Waktunya makan bersama. Image via: @herlin_ramadhanti

Simak juga: Pantai Gunung Payung Bali.

Ada yang unik dari kuliner di pantai ini. Selain menyajikan ikan segar dari laut, ada restoran yang menyajikan ikan “sangat Segar Banget”. Ini bukan ungkapan berlebihan, namun untuk menggambarkan bahwa ikan di restoran itu disimpan dalam keadaan hidup di kolam. Ikan baru ditangkap saat akan dimasak.

Dalam kasus tertentu, jika pengunjung menginginkan, bahkan pengujung bisa memancing sendiri ikan yang akan dimasak. Tentu saja ini akan membutuhkan waktu yang jauh lebih lama dari pemesanan dengan c ara biasa. Namun waktu itu tentu terbayar dengan keseruan makan ikan hasil pancingan sendiri.

Selain makanan ikan, di Kalimantan selatan ada kuliner unik berupa sayur, yaitu Gangan Humbut. Humbut sendiri berasal dari bagian inti pohon kelapa (nyiur) yang kemudian diolah menjadi sayur. Boleh dibilang ini makanan langka dan mahal, karena harus menebang pohon kelapa untuk bisa memperoleh bahan.

  1. Banana Boat

Salah satu wahana wisata yang disediakan pengelola pantai sungai cuka adalah banana boat, cara modern untuk menikmati pantai
Banana Boat di Sungai Cuka. Image via: pantaiseicuka

Di pantai ini tersedia fasilitas water sport Banana Boat. Banana boat adalah sebuah perahu berbentuk pisang yang berukuran besar. Perahu terbuat dari karet tebal dan ringan sehingga mudah ditarik oleh speed boat.

Kemudian perahu karet ini akan ditarik oleh speed boat ke tengah laut, dan berputar-putar mengelilingi pantai. Apalagi saat menerjang ombak di pantai Tanjung Benoa, membuat permainan ini sangat seru.

Speed boat dikemudikan oleh satu sampai dua orang pemandu. Panjang tali pengikat banana boat dengan speed boat kurang lebih lima meter. Hal ini untuk memudahkan komunikasi antara pemandu speed boat dengan peserta banana boat.

Layaknya menunggang kuda, perahu karet berbentuk pisang raksasa ini, dapat ditumpangi paling banyak oleh empat orang, ditambah satu orang pemandu. Aktivitas menaiki banana boat di pantai Sungai Cuka  berlangsung kurang lebih selama lima belas menit untuk satu kali putaran.

Panorama senja menjelang sunset di pantai sungai cuka melenakan dan melunakkan hati
Senja di sungai cuka. Image via: @muhammadnur42

Simak juga: Pantai Tanjung Lesung.

Objek Wisata Dekat Pantai Sungai Cuka

Bagi pengunjung yang sengaja datang jauh-jauh terbang ke tanah borneo tentu tidak cukup hanya dengan 1 objek wisata saja. Namun demikian tidak perlu khawatir, di wilayah kabupaten tanah bumbu ini saja tersedia banyak lokasi wisata selain dari Pantai Sungai Cuka ini.

Bagi pencinta wisata pantai, ada pantai Angsana dalam jarak 45 km ke arah timur. Pantai ini sangat bersih dan terhitung masih perawan serta belum begitu diketahui oleh wisatawan lokal terutama dari luar Kalimantan Selatan. Salah satu objek wisata yang menarik dari pantai ini adalah snorkeling dan selam scuba

Jika bersedia sedikit lebih jauh, 76 km di timur pantai ini terdapat pantai indah dengan rimbun pohon pinus pantai nya. Pantai itu adalah pantai rindu alam. Pesona pantai Rindu Alam yang terbentang sepanjang ± 2 km sungguh menawan. Pohon pinus yang melambai-lambai tampak elok mempesona. Diwarnai deburan ombak yang bersahabat serta pasir pantai yang lumayan putih menjadi ciri khas tersendiri meluluhkan hati pengunjung.

Secara keseluruhan Pantai Sungai Cuka memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai tujuan wisata yang selain menghibur juga ada unsur educative berupa pengetahuan terumbu karangnya.

Have Fun dan Selamat berlibur.

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment