Rumah Adat Prai Ijing Sumba, 1 Dari Sedikit Jendela Masa Lalu di Tanah Sumba

Rumah Adat Prai Ijing Sumba populer dengan bentukya yang Unik. Warga di kampung adat Prai Ijing masih menggunakan rumah adat itu, yang bernama Uma Bokulu atau Uma Mbatangu. Mereka juga masih memegang adat tradisi nenek moyang yang telah berusia ratusan tahun tersebut.

Rumah Adat Prai Ijing Sumba populer dengan bentukya yang Unik. Warga di kampung adat Prai Ijing masih menggunakan rumah adat itu, yang bernama Uma Bokulu atau Uma Mbatangu.
Rumah Adat Prai Ijing Sumba. Image via: travel.detik.com

Kampung yang memiliki pemadangan ini terletak di atas bukit dengan kondisi alam yang masih asri dan juga alami. Rumah-rumah yang berada di kampung ini merupakan rumah adat Sumba yang khas akan menara di ujung atapnya.

Kemudian, rumah-rumah adat yang berada di area ini jumlahnya sekitar 32 rumah. Tak hannya rumah adatnya saja yang masih terjaga keorisinilannya, penduduknya pun masih memegang teguh trasisi leluhurnya.

Jika dilihat dari makananya Prai Ijing Berasal dari dua kata yakni Prai yang berarti Kampung, serta Ijing yang berarti kedondong hutan. Dengan melihat makna secara harfiah tersebut, maka dapat di ketahui jika kampung ini dulunya merupakan tempat yang banyak ditumbuhi kedondong hutan.

Posisi Kampung ini pun juga indah. terletak di atas bukit yang dikelilingi alam yang masih asri dan alami, akan menyihir hati pengunjungnya.
Lingkungan yang Asri. Image via: riauaktual.com

Simak juga: 11 lokasi wisata di Sumba

Lokasi Rumah Adat Prai Ijing Sumba

Lokasi wisata budaya Rumah Adat Prai Ijing, di Desa Tebara, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Sebuah kampung adat dengan rumah adat Sumba yang masih asli.

Lokasinya sangat strategis, hanya berjarak 2,6 km dari Waikabubak, ibukota Sumba Barat atau sekitar 43 km dari Bandar Udara Tambolaka.

Jam Buka Rumah Adat Prai Ijing Sumba

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah di pagi hari saat warga mulai beraktifitas atau di sore hari saat mereka kembali dari aktifitasnya.

Tiket Rumah Adat Prai Ijing Sumba

Pengelolaan terhadap pengunjung yang datang sudah terorganisir dengan baik, setiap pengunjung wajib membayar retribusi sebesar Rp 10.000. Ditambah pula dnegan biaya parkir, bagi pengunjung yang membawa kendaraan.

Fasilitas Kampung Prai Ijing.
Fasilitas Kampung Prai Ijing. Image via: lexyleksono.com

Fasilitas Rumah Adat Prai Ijing Sumba

Fasilitas wisata di perkampungan rumah adat prai ijing ini sudah cukup memadai. Parkir, toilet, dan penjual makanan maupun cenderamata, bisa diakses dengan mudah oleh pengunjung.

Daya Tarik Rumah Adat Prai Ijing Sumba

Ada kurang lebih 32 rumah dan 300 jiwa di kampung ini yang menghuni Kampung Adat Prai Ijing. Mereka hidup dengan damai dan harmonis, berselaras dengan alam yang indah, dan adat budaya yang kaya. Sebagian besar mereka berprofesi sebagai petani.

  1. Rumah Adat Prai Ijing Sumba berbasis Kepercayaan Marapu

Kubur Batu Depan Rumah Adat Prai Ijing Sumba.
Kubur Batu Depan Rumah. Iamge via: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Simak juga: bertemu kuda liar di Savana purukambera

Masyarakat kampung Prai Ijing sangatlah memegang teguh asas-asas yang diwriskan oleh para leluhurnya. Maka dari itu kampung ini pun dibangun berdasarkan kepercayaan Marapu yang merupakan kepercayaan asli masyarakat Sumba.

Secara sederhananya kepercayaan ini meyakini jika arwah para leluhur yang sudah tiada lebih dekat dengan sang pencipta. Oleh karenanya masyarakat berkomudikasi dengan sang pencipta melalui arwah para leluhur. Di sisi lain Marapu terdiri dari 2 kata, yakni ‘Ma’ yang bermakna ‘yang’ dan Rapu yang bermakna ‘jiwa yang sudah pergi’.

Hal ini tentunya dapat dilihat dari setiap persembahyanagn adat yang selalu menyebutkan para leluhurnya bahkan sampai turunan ketujuh. Selain itu Kubur batu yang berada di depan rumah juga merupakan tempat peristirahatan teralhir saat anggota keluarga meninggal.

Ketika meninggal dunia warga kampung ini harus dikebur sesuai kabisu atau klannya. Hal ini sangat penting karena menentukan tata kehidupan, membangun rumah, perkawinan, acara adat hingga kedudukan.

  1. Struktur Rumah Adat Prai Ijing Sumba

Uma Mbatangu atau rumah menara struktur khas rumah adat prai ijing sumba.
Uma Mbatangu. Image via: tripadvisor.com

Rumah Adat Prai Ijing Sumba yang biasa disebut Uma Bokulu juga disebut Uma Mbatangu. Uma Mbatangu berarti rumah yang memiliki menara. Benar saja, rumah adat sumba memang besar dan bermenara, ketinggiannya bisa mancapai 30 meter.

Rumah-rumah adat ini berdiri kokoh dengan mengelilingi kuburan batu peninggalan zaman Megalitikum. Kemudian, setiap rumah yang beridi kokoh di area ini terbagi kedalam tiga bagian yakni, menara, bangunan utama serta bagian bawah rumah,.

Menara yang terdapat di setiap rumah merupakan sebuah simbol bagi para roh yang memiliki kedudukan tinggi. Kemudian bagian utama rumah sebagai simbol pemujaan atau tempat hunian serta bagian bawah rumah merupakan tempat pemeliharaan hewan ternak yang juga merupakan simbol dari roh jahat.

Selanjutnya pada bagian depan rumah atau pekarangan terdapat tulang kerbau atau bagi yang digantung sebagi penanda kedudukan status sosial di masyarakat.

Struktur Rumah Adat Prai Ijing Sumba.
Struktur Rumah Adat Prai Ijing Sumba. Image via: docplayer.info

Simak juga: Danau Lut Tawar di ketinggian Aceh tengah

  1. Tengkorak Kerbau

Tengkorak kerbau di depan rumah adat prai ijing sumba.
Tengkorak kerbau di depan rumah adat. Image via: id.wikipedia.org

Pada saat mengunjungi area ini, pengunjung akan mendapati tulang-tulang kepala kerbau serta taring dan rahang babi yang terpajang di depan rumah. Selain menujukan penanggalan adat mereka, hal ini juga bertujuan sebagi pengingat setiap peristiwa kematian di klan atau keluarga tersebut.

Kerbau memang merupakan hewan adat bagi penduduk setempat. Apabila ada anggota klan yang meninggal dunia maka mereka perlu untuk membawa bekal. Maka dari itu pemotongan hewan kerbau ini menandakan jika jiwa hewan itu pergi besama jiwa manusia yang meninggal tadi.

  1. Kehidupan yang Bersahaja

Ibu-ibu menenun di bawah rumah adat Prai ijing sumba
Ibu-ibu Prai ijing menenun. Image via: travel.detik.com

Simak juga: Liukan bumi di Bukit Tanarara Sumba

Keaslian tradisi serta budaya yang dijaga turun temurun dari generasi ke generasi menjadikannya daya tarik utama bagi para wisatawan untuk mengunjungi kawasan wisata budaya satu ini. Meskipun demikian, hal ini tidak mempengaruhi aktivitas sehari-hari warga kampung Prai Ijing.

Penduduk tetap melakukan aktivitas sehari-hari seperi biasanya seperti berkebun dan lain sebaginya. Bahkan anak-ank pun tetap riang gembira bermain di jalan-jalan utama kampung ini. Hal ini justru membuat para wisatawan dapat ikut serta beraktivitas denag warga secara langsung.

Maka dari itu pengungjung akan disuguhkan dengan pengalaman yang tak terlupakan. Pengunjung dapat ikut bermain bersama anak-anak dengan berbagai permainan tradisionalnya yang seru. Kemudian melihat serta berbincang dengan ibu-ibu yang sedang menenun kain dan lain sebaginya.

Tak hanya itu, pengunjung juga akan mendapati kerajinan tangan yang menawan berupa kain tenun tradisional yang bisa dijadikan sebagi kenang-kenangan. Kain tenun khas Sumba ini biasanya digunakan untuk aktifitas sehari-hari dan juga pada saat upacara adat. Untuk mendapatkan kain tenun ini pengunjung dapat membelinya dengan harga yang bervariatif tergantuk motif dan ukurannya.

spot foto di rumah adat prai ijing sumba
Spot foto. Image via: destinasiadi.id

Simak juga:

Objek Wisata Dekat Rumah Adat Prai Ijing Sumba

Selain wisata budaya, Sumba Barat juga memiliki wisata Alam. Salah satunya Taman Nasional Manupeu-Tanah Daru. Dikawasan ini, pengunjung akan menjumpai homestay yang dikelola oleh warga setempat.

Selanjutnya masih di sekitar Taman Nasional Manupeu Tanah Daru, terdapat air terjun Lapopu yang merupakan air terjun dengan tipe berundak-undak yang memiliki ketinggian sekitar 90 meter. Objek wisata alam ini terletak di tepi sungai Wanokala yang memiliki air jernih dan aliran airnya cukup deras.

Itulah sekilas gambaran soal keindahan dan pesona yang ditawarkan ruman adat prai ijing Sumba. Mulai dari lokasi yang indah dan segar, arsitektur tradisional, sampai cara hidup yang selaras dengan tradisi asli manusia Sumba.

Tunggu apa lagi? Segera Siapkan liburanmu!

Baca juga:

Leave a Comment