Alas Burno Senduro Lumajang, perjalanan teduh sepanjang 15 km

Alas Burno Senduro Lumajang adalah salah satu gerbang masuk ke kawasan Bromo. Alas Burno atau Hutan Burno memiliki lintasan dalam hutan sepanjang kira-kira 15 kilometer. Perjalanan dalam kawasan ini benar-benar menembus hutan.

Alas Burno Senduro Lumajanga dalah salah satu gerbang masuk ke kawasan Bromo. Alas Burno atau Hutan Burno memiliki lintasan dalam hutan sepanjang kira-kira 15 kilometer. Perjalanan dalam kawasan ini benar-benar menembus hutan.
Alas Burno Senduro Lumajang. Image via: @joeadimara_

Bagi yang berkenan singgah dalam perjalnan menuju Bromo, Alas Burno Senduri Lumajang memberikan pemandangan pohon pinus yang rindang. Dengan segala kesejukannya dapat menjadi satu alternatif bagi yang hobi foto. Wisata alas burno menghadirkan berbagai obyek menarik.

Hutan pinus ini juga kerap menjadi lokasi pilihan bagi pasangan yang akan melakukan foro pra-nikah alias pre-wedding.Tidak hanya disuguhi pemandangan pohon pinus yang indah dan udara yang sejuk, pengunjung juga dapat berfoto ria di hutan pinus ini.

Did alam kawasan hutan ini juga masyarakat sekitar berkegiatan, tanpa merusak kelestarian hutan. Mereka menanam Pisang dan rumput gajah untuk pakan ternak kambing dan sapi perah. Semua keterlibatan bertanggung jawab dari penduduk sekitar hutan ini alah bsai menjaga kelestarian hutan, terutama dari bahaya kebakaran hutan.

Menikmati hutan Alas Burno Senduro Lumajang
Menikmati hutan. Image via: @aysa.feb_

Simak juga: 11 lokasi wisata di Lumajang

 Lokasi Alas Burno Senduro Lumajang

Alas Burno Senduro Lumajang terletak di Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Lokasi wisata ini Tempatnya berada di kaki Semeru, puncak tertinggi Pulau Jawa. Untuk sampai di desa burno jarak tempuh dari ibukota kabupaten lumajang adalah 21 km.

Rute Menuju Alas Burno Senduro Lumajang

Jalan menuju kawasan Alas Burno Senduro Lumajang ini sudah cukup bagus. Kondisi jalan ini sangat berpengaruh pada banyaknya pemburu foto tertarik berbondong-bondong mampir

Jika berangkat dari arah Kabupaten Malang, pengunjung lokasi ini akan melewati Desa Ranu Pani sebelum masuk kawasan Alas Burno. Desa ini merupakan desa terakhir di jalur pendakian Semeru. Pengunjung akan menemukan pos pendakian dan kemungkinan besar berpapasan dengan para pendaki.

gerbang selamat datang memasuki kawasan hutan nasional
Selamat datang. Image via: @evha_yanshe

Berkendara menelusuri Alas Burno dari arah pos pendakian Semeru, pengunjung wisata Alas Burno akan melewati Pura Mandara Giri Semeru Agung. Pura ini bukan pura biasa. Pura ini merupakan salah satu yang tertua di Indonesia. Pengunjung bisa sekalian mampir sembari melihat lihat keindahan arsitektur pura.

Jam Buka Alas Burno Senduro Lumajang

Alas BUrno ini bukanlah objek wisata tertutup, sehingga bisa dikatakan tidak ada ketentuan soal waktu kunjungan. Jadi untuk mudahnya, lokasi ini bsia dianggap Buka 24 jam sehari, 7 hari sepekan.

Tiket Alas Burno Senduro Lumajang

Masih berhubung dengan tidak adanya pengelolaan khusus kawasan hutan Alas Burno sebagai kawasan wisata, maka tidak ada tiket masuk yang dikenakan apda pengunjung yang singgah di alas ini. Lagi pula pengunjung yang singgah biasanya hanya singgah sesaat dalam perjalannya menuju Bromo.

Ngaso sejenak di alas burno senduro LUmajang, dalam perjalanan menuju Bromo.
Ngaso sejenak. Image via: @yulia__mareta

Simak juga: Keindahan Bukit Gebang Batam

Fasilitas Alas Burno Senduro Lumajang

Fasilitas wisata di kawasan alas burno bisa dianggap tidak ada. Karena kawasan ini memang bukan tujuan wisata utama. Namun di dekat Alas terdapat desa Burno, yang memiliki berbagai fasilitas seperti layaknya pemukiman pedesaan.

Daya Tarik Alas Burno Senduro Lumajang

  1. Perkebunan Pisang

Di bawah tajuk hutan penduduk sekitar kawasan hutan memproduksi beragam komoditas, diantaranya pisang emas kirana dan talas.

Lintasan 15 km did alam hutan alas bruno.
Lintasan 15 km. Image via: travelingyuk.com

Rasa yang manis dan warnanya yang khas membuat pisang emas kirana sekarang menjadi primadona. Menurut data Dinas Pertanian Lumajang, produksi pisang emas kirana mencapai 325 ton per tahun.

Pisang emas kirana yang dipasok petani ke PT Segar Sewu Nusantara didistribusikan ke berbagai supermarket di Malang, Surabaya, Yogyakarta dan Jakarta. Bahkan diekspor untuk memenuhi pasar luar negeri seperti Malaysia, Jepang dan Hongkong.

Menurut cerita petani lokal yang mengelola, satu tandan harganya bisa sampai Rp 80-90 ribu. Satu tandan beratnya sekitar 7-8 kg. Agar bentuk fisiknya tetap baik, saat berbuah pisang dibungkus plastik.

Rata-rata Dua kali seminggu petani penggarap hutan kawasan Alas Burno Senduro Lumajang ini mampu mengirim 3,5 ton pisang ke distributor. Di Burno sendiri luas kebun pisang sekitar 67 hektar.

  1. Talas Hutan

warga lokal mengembngakn usaha kripik yang diperoleh dari pertanian di kawasan hutan
Ratu talas. Image via: mongabay.co.id

Simak juga: 1 tiket  7 negara, di Great Asia Afrika Lembang

Selain pisang dan singkong, di kawasan pertanian garapan warga ini, tumbuh pula tanaman talas alias mbothe. Dulu, talas dianggap sebagai tanaman liar. Nyaris tak berharga, warga menyebut sebagai pakan babi hutan.

Dulu sekarung Rp 9 ribu sekarang bisa sampai Rp 200 ribu. Hal itu karena warga lokal ada yang menguasakan produksi Kripik berbahan dasar Talas. Harga talas sesuai perjanjian kontrak adalah Rp3 ribu per kg, namun harganya dapat menyesuaikan dengan harga pasar yang ada.

Dalam bisnis talas, usaha itu melibatkan sebanyak 60 warga setempat yang dipekerjakan untuk tenaga pengupas talas. Bisnis itu dimulai sejak 2006. Sekarang omzetnya fantastis, antara Rp1-3 milyar per bulan.

Pengusaha talas di sana, juga tengah mematangkan rencana membuka pabrik keripik talas di Lumajang. Alasannya membuka pabrik keripik lantaran bahan baku talas di Lumajang melimpah. Sumbernya berasal dari pinggir dan di bawah tajuk hutan.

Mereka berharap agar talas dapat naik kelas dan menjadi produk unggulan Kabupaten Lumajang.

  1. Kambing Ras Senduro

Buk Menteri BUMN dan Kambing Senduro
Buk Menteri dan Kambing. Image via: gempurnews.com

Potensi pakan ternak di bawah tegakan hutan yang berlimpah pun yang mendorong warga mengembangkan ternak kambing. Seperti yang dilakukan oleh M. Arifin yang beternak kambing ras senduro sejak tahun 2002.

Dengan keulatannya, dia sekarang punya 100 ekor kambing, dimana 40 ekor diantaranya anakan. Kambing ras senduro sebenarnya secara turun-temurun dipelihara warga. Diperkirakan ia keturunan kambing etawa yang dulu dibawa masuk saat zaman Belanda.

Kambing ini cukup produktif, sekali melahirkan bisa menghasilkan 1-2 anak. Ia bakal terus produktif menghasilkan susu sampai usia 10-11 tahun. Kambing senduro milik warga hutan ini pernah dinobatkan sebagai kambing terbesar dan terberat dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) di Batu, Jawa Timur 2018. Berat kambingnya sampai 149,8 kilogram. Saat itu kambingnya sempat ditawar Rp105 juta.

Ciri kambing senduro umumnya berciri tubuh besar dan berwarna putih. Saat kambing masuk usia produktif harga jualnya sampai Rp10-20 juta per ekornya.

Untuk susu kambing dia menjual langsung ke konsumen seharga Rp30 ribu per liter. Selain itu per minggu warga memasok 100 liter susu beku ke pabrik susu etawa di Yogyakarta. Susu ini lalu diolah menjadi susu bubuk.

Piknik di alas bruno senduro lumajang
Piknik. Image via: @nikenayurhmdni

Simak juga: Merenung di Sasak panyawangan Purwakarta

Objek Wisata Dekat Alas Burno Senduro Lumajang

Tidak seberapa jauh dari Alas burno Senduro Lumajang, asih di kecamatan Senduro terdapat objek wisata B29. Puncak B29 terletak di atap bukit sebelah timur-tenggara kawasan wisata Gunung Bromo. Jika berkunjung ke Puncak B29, ada banyak pesona alam Bromo yang bisa disaksikan dari tempat wisata Lumajang satu ini.

Ketika cuaca cerah, panorama alam yang tersaji di Puncak B29 memang begitu memesona. Salah satu yang paling menawan adalah Kaldera Bromo yang begitu luas. Kaldera itu meliputi lautan pasir, Gunung Bromo, dan Gunung Batok.

Kecamatan Senduro juga memiliki salah satud esa tertinggi di Indonesia. Desa Ranu Pani. Ranu Pani merupakan pos terakhir untuk pendakian ke Puncak Mahameru. Karena keindahan alam dan adanya danau vulkanik serta keramahtamahan masyarakat Suku Tengger, desa ini menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang senang berpetualang di alam terbuka.

Sampai disini dulu ulasan info daya tarik wisata dan fasilitas, alamat, lokasi, rute jalan dari Alas Burno Senduro Lumajang. Untuk lebih jelasnya segera jadwalkan untuk datang ke lokasi indah ini.

Baca juga:

Leave a Comment