Desa Adat Bubohu, Wisata Religi di Ibu Kota Lama Kesultanan Gorontalo

Desa Adat Bubohu adalah sebuah desa wisata religius, yang menyimpan nilai sejarah yang sangat tinggi. Dimana kita bisa mengenal lebih jauh mengenai Kerajaan Gorontalo.

Sebelum melangkah lebih jauh, kamu akan disambut dengan sekumpulan fosil kayu. Yang menjadi daya tarik atau ikon dari Desa Wisata Religius Bubohu ialah hadirnya Wambohe.

Di puncak bukit terdapat sebuah masjid yang bernama Masjid Walima Emas. Yang biasanya menjadi tujuan pengunjung selanjutnya.

Taman Wisata Religi Buboho
Taman Wisata Religi Buboho. google maps. sumber: Aji Nugroho

Simak juga: 11 lokasi indah di Gorontalo

Berikut ulasan Desa Adat Buboho sebagai referensi awal wisata religi plus sejarah di Gorontalo untuk dikunjungi bersama keluarga tercinta.

Lokasi Desa Adat Bubohu

Lokasi Desa Adat Bubohu berada di alamat Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Gorontalo , Provinsi Gorontalo.

Desa Bubohu berjarak sekitar 35 kilometer dari Bandara Jalaludin, Gorontalo.

Rute Menuju Desa Adat Bubohu

Rute menuju Desa Adat Bubohu tidak sulit semenjak ada perbaikan jalan. Akses jalannya meliuk-liuk di antara punggung perbukitan kapur dan liukan pantai. Para pengunjung cukup melakukan perjalanan sekitar 20 menit saja bila memulai perjalanan dari pusat kota Gorontalo.

Tiket Masuk Desa Adat Bubohu

Tidak ada ketentuan soal tarif tiket masuk ke Taman Wisata Religius Bubohu. Hal ini mungkin didasarkan pada niat awal pembangunan kembali desa ini sebagai desa kebudayaan bukan untuk orientasi bisnis.

Bermain Bersama Burug Merpati
Bermain Bersama Burug Merpati. google maps. sumber: Leonard Laserto

Bapak Yosepf, memotori pembangunan ini dengan niat untuk melestarikan warisan kebudayaan leluhurnya yakni para raja Kesultanan Gorontalo.

Fasilitas Desa Adat Bubohu

Fasilitas yang ada di sekitar kawasan Taman WIsata Religius Bubohu diantaranya:

  • Area parkir kendaraan
  • Toilet
  • Museum
  • Spot foto
  • Wambohe
  • Mushola
  • Aula semi terbuka

Daya Tarik Desa Adat Bubohu

1. Wisata Religi

Wambohe
Wambohe. google maps. sumber: Nuraini Salih

Simak juga: Pantai Kamali, Alun-Alun Tepi Pantai

Penduduk Desa Bongo mayoritas beragama muslim. Lokasi Taman Wisata Religius Bubohu berada di tengah rumah-rumah warga.

Tradisi yang telah berlangsung sejak lama di Desa Adat Bubohu ialah tradisi upacara Walima yang dilaksanakan setiap peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW.

Selama acara berlangsung, para warga akan mengarak kue Kolombengi keliling kampung kemudian ke masjid untuk selanjutnya dibagikan kepada siapa pun yang menghadiri acara tersebut.

Masyarakat Desa Bongo memang terkenal kental akan nilai-nilai agama Islam. Hal ini pun tertuang nyata dengan adanya pesantren Alam Bubohu yang didirikan oleh  Yosep Tahir Ma’ruf yang lebih dikenal dengan sebutan Yotama.

Para santri yang belajar di pesantren ini akan dibina untuk memperlakukan semua makhluk hidup baik itu tumbuhan maupun hewan di sekitarnya layaknya sesama Santri. Di tempat ini pula, kita bisa berinteraksi dengan burung-burung dara yang selalu menyambut ramah pengunjung.

2. Pesantren Alam

Teduhnya Suasana di Desa Religi
Teduhnya Suasana di Desa Religi. google maps. sumber: Maul

Simak juga: Pantai Atapupu di Perbatasan Negeri

Suatu hari di tahun 1997, Yosep Tahir Ma’ruf, berinisiatif untuk mulai menanam pohon di area tandus ini. Beliau lalu membeli tanah sepetak demi sepetak, demi merintis mimpinya.

Setelah sekian lama, ternyata tanah tandus nan gersang itu menyimpan mata air yang berasal langsung dari area bukit yang letaknya tak jauh dari desa. Air itulah yang kemudian dipompa dan dialirkan ke sekitarnya.

Pohon-pohon yang ditanaminya pun semakin membesar, Yosep juga mulai membangun beberapa pondokan di atas tanah kapur bercampur pasir itu, menyusul dua kolam renang yang diberi nama kolam santri dan kolam Asmaul Husna. Sejak saat itulah lokasi Desa Adat Bubohu yang dibangunnya diberi nama Pesantren Alam Bubohu.

Santri di pesantren alam desa Bubohu ini, rata-rata merupakan penduduk sekitar. Jumlahnya sekitar 600 orang dan datang dari berbagai lapisan usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Selain diskusi dan mengaji, santri-santri di pesantren ini juga diajarkan mencintai alam.

Salah satu materi cinta alam di Pesantren ini adalah dengan menanam pohon. Aktivitas belajar di pesantren alam dimulai pada malam hari usai shalat Isya, sebab pada siang hari rata-rata santrinya bekerja atau bersekolah formal.

Pesantren Alam Bubohu –Bongo juga memiliki dua museum yang cukup unik, yakni Museum Beranda Kebudayaan Gorontalo dan Museum Fosil Kayu yang memiliki lebih dari lima ribu koleksi di dalamnya.

Museum Fosil Kayu
Museum Fosil Kayu. google maps. sumber: Daniel Wiyogo

Fosil-fosil kayu yang dikumpulkan dari sejumlah tempat di Gorontalo ini diperkirakan berusia ratusan tahun, dan dihamparkan begitu saja di dalam area pesantren. Karena itu juga, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menjadikan pesantren alam Bubohu sebagai laboratorium geologi.

3. Masjid Walima Emas

Simak juga: Si mulut Lebar, Gua Batu Hapu

Jauh di atas puncak bukit, terdapat sebuah mesjid yang diberi nama Masjid Walima Emas. Untuk menuju ke sana, kamu akan menempuh rute yang menanjak dengan jarak sekitar 500 meter.

Masjid yang berdiri kokoh ini nampak cukup unik karena selain kubahnya yang berwana emas, bentuknya pun khas seperti kue Kolombengi. Masjid ini pun dikelilingi pemandangan hijau yang menjadi magnet bagi siapa pun untuk berkunjung ke sana.

Meskipun harus menempuh jalan yang menanjak untuk mencapai Masjid Walima Emas, dibayar lunas dengan pemandangan yang akan kamu dapatkan.

Gunung Dunalihe yang menjulang dengan tebing-tebingnya yang curam juga merupakan panorama yang akan kamu dapatkan. Dan di arah selatan kamu akan mendapatkan view Teluk Tomini.

Tak jauh dari Masjid Walima Emas terdapat sebuah gardu pandang, yang dapat kamu manfaatkan untuk menikmati pemandangan hingga hunting foto keren.

Masjid Walima Emas
Masjid Walima Emas. google maps. sumber: Emzy Ardiwinata

Simak juga: Kolam tersembunyi, Gua Haji Mangku

Objek Wisata Dekat Desa Adat Bubohu

Desa Adat Bubohu letaknya sangat strategis karena berdekatan dengan tempat-tempat wisata lainnya. Untuk itu, para wisatawan juga bisa mengunjungi objek wisata lain yang berdekatan di antaranya Tangga Dua Ribu yang berada di Teluk Kota Gorontalo.

Tangga Dua Ribu merupakan lokasi wisata yang hampir selalu ramai karena memiliki pantai yang indah serta merupakan pusat jajanan kuliner Gorontalo.

Selanjutnya, ada objek wisata Pantai Biluhu yang menghadirkan pantai serta tebing-tebing yang indah. Pemandangan tebing setinggi 100 meter ini menjulang megah. Tebing ini semakin cantik dengan deretan pohon kelapa yang berdiri tegak menghiasi hamparan pasir putih di sepanjang pantai.

Penutup

Taman Wisata Religius Bubohu bukan hanya bercerita tentang wisata saja, banyak kisah menarik yang bisa kamu dapatkan di sana.

Datanglah ke provinsi termuda di Sulawesi ini, dan nikmati betapa indah alam dan budaya Lama di Gorontalo.