Sejarah Goa Kiskendo, Sejarah Para Pencari Ketenangan Batin

Kulon Progo, sebuah kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang kaya akan khazanah sejarah dan potensi sumber daya alam, dan ragam destinasi wisata.

Di Kulon Progo, terdapat sebuah goa yang sudah berumur ratusan tahun yang mampu memikat mata para wisatawan untuk datang berkunjung ke sana. Nama goa tersebut adalah Goa Kiskendo.

Gerbang Masuk Goa Kiskendo
Gerbang Masuk Goa Kiskendo. Sumber : www.indonesiatravel.news

Kunjungan di hari-hari biasa saja bisa sampai 100 sampai 150 orang yang berwisata ke goa tersebut. Apalagi saat liburan tiba, terutama pada saat liburan Idul Fitri jumlah pengunjungnya sangat banyak.

Jarang sekali pengunjung yang datang sendirian ke objek wisata ini, rata-rata mereka datang bersama rombongan. Goa Kiskendo selain sebagai wisata religi khususnya pertapaan, tetapi mampu menjadi sebagai wisata alam dan wisata edukasi yang sangat recommended.

Goa Kiskendo Menarik Minat Wisatawan
Goa Kiskendo Menarik Minat Wisatawan. Sumber : www.kartanesia.com

Goa Kiskendo merupakan goa yang berada di Bukit Menoreh yang terbentuk dari proses alami yaitu berupa resapan air selama ratusan tahun.

Goa ini mempunyai panjang sekitar 600 meter, namun ada juga yang menyebutkan 800 meter. Dan tipe Goa Kiskendo berupa goa basah, karena dari atapnya berupa bebatuan selalu meneteskan air.

Goa Kiskendo hadir menjadi sebuah destinasi wisata yang menyajikan berbagai macam tema wisata dalam satu kawasan.

Wisata Goa Kiskendo
Wisata Goa Kiskendo. Sumber : jogja.suara.com

Ragam Wisata Goa Kiskendo

Terdapat beragam aktivitas wisata yang dapat dilakukan oleh para pengunjung saat berada di kawasan wisata Goa Kiskendo. Diantaranya :

1. Kegiatan Susur Goa

Kegiatan susur goa adalah konten utama saat berada di lokasi wisata Goa Kiskendo. Kegiatan susur goa bisanya dilakukan secara berombongan dengan ditemani penunjuk arah atau juru kunci.

Di dalam Goa Kiskendo masih sangat gelap, lembab, dan dingin. Sehingga butuh penerangan berupa senter untuk menyusurinya. Adapun helm berfungsi untuk melindungi kepala dari benturan dan tetesan air.

Upacara Di Dalam Goa Kiskendo
Upacara Di Dalam Goa Kiskendo. Sumber : akurat.co

Saat masuk ke dalam goa, para pengunjung akan menyaksikan masih banyaknya kelelawar sebagai penghuni tetap goa tersebut.

Kondisi bebatuan di Goa Kiskendo masih sangat kuat, tidak terlihat merapuh. Hal ini menjadi sebuah ketenangan bagi para wisatawan saat ingin melakukan susur goa.

Menelusuri goa sebetulnya tidak diwajibkan mesti ditemani oleh juru kunci atau penunjuk arah dari pihak pengelola. Dan pada faktanya ada juga yang menelusuri goa hanya berdua, bahkan ada yang sendiri.

Kondisi Di Dalam Goa Kiskendo
Kondisi Di Dalam Goa Kiskendo. Sumber : travel.okezone.com

2. Sembilan Bekas Pertapaan Keramat

Goa Kiskendo, selain sebagai wisata alam, wisata edukasi, namun sejarah mencatat bahwa goa ini pada awalnya merupakan destinasi religi khususnya pertapaan.

Goa Kiskendo Goa Para Pertapa
Goa Kiskendo Goa Para Pertapa. Sumber : www.yukpiknik.com

Di kawasan wisata tersebut terdapat sembilan pertapaan keramat bekas para pertapa terdahulu yang dihormati dan dikeramatkan. Dan setiap pertapaan mempunyai nama-nama sebagai berikut :

  • Pertapaan Tledek
  • Pertapaan Kusuman
  • Pertapaan Padasan
  • Pertapaan Santri Tani
  • Pertapaan Semelong
  • Pertapaan Lumbung Kampek
  • Pertapaan Selumbung
  • Pertapaan Seterbang
  • Pertapaan Sekandang

3. Taman Bermain Anak Dan Keluarga

Bagi traveler yang datang bersama keluarga, maka di lokasi wisata Goa Kiskendo sudah dilengkapi spot taman bermain anak dan taman keluarga.

Setelah selesai melakukan kegiatan sususr goa, maka taman ini menjadi tempat yang cocok untuk melepas lelah bersama keluarga.

Taman Di Kawasan Goa Kiskendo
Taman Di Kawasan Goa Kiskendo. Sumber : www.bookprimera.com

4. Penyewaan Senter Dan Helm

Kegiatan susur goa memang enaknya sambil membawa helm dan senter. Dan anda tidak perlu repot-repot membawa alat tersebut dari rumah, karena di lokasi wisata sudah terdapat penyewaan helm dan senter.

Sejarah Goa Kiskendo

Pada tahun 1920, adalah tahun untuk pertama kalinya Goa Kiskendo ditemukan. Dan pada awal ditemukan, goa ini dijadikan sebagai tempat untuk mencari sebuah ketenangan batin.

Kemudian pada tahun 1964, goa ini bertransisi menjadi sebuah destinasi wisata untuk umum, khususnya bagi mereka yang memiliki minat religi dan pertapaan.

Kemudian pada tahun 1974, Goa Keskindo dikembangkan oleh pemerintah setempat untuk dijadikan sebagai destinasi wisata andalan Yogyakarta.

Sebagai bentuk pengembangan area wisata, maka dibeli tanah yang berada di sekitar kawasan Goa Kiskendo sekitar 17 kavling.

Hingga pada akhirnya di tahun 1979, goa ini resmi dijadikan sebagai objek wisata yang pengelolaannya di bawah Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kemudian berlanjut pengelolaanya diserahkan kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo.

Gerbang Menuju Goa Kiskendo
Gerbang Menuju Goa Kiskendo. Sumber : spadepicnic.wordpress.com

Fasilitas Di Objek Wisata Goa Kiskendo

Fasilitas di objek wisata Goa Kiskendo sudah sangat lengkap. Diantaranya :

  • Area parkir
  • Loket larcis
  • Kios
  • Pusat informasi
  • Papan informasi
  • Panggung Kesenian Toilet
  • Gazebo

Pantangan Di Goa Kiskendo

Terdapat beberapa pantangan yang tidak boleh dilakukan para wisatawan saat berada di objek wisata Goa Kiskendo. Diantaranya :

  • Tidak boleh membuang sampah sembarangan
  • Tidak boeh mengotori area Goa Kiskendo
  • Jangan Pacaran
  • Jangan Mencoret-coret dinding goa

Entah karena oknum pengunjungnya tidak tahu, atau bandel, nyatanya masih ditemukan sampah-sampah plastik di luar goa bahkan ada sampah yang di dalam goa.

Melihat fenomena sampah seperti itu, saya ingin mengutip sebuah pepatah di objek wisata lain bahwa “Sampahmu adalah dosamu”.

Lokasi Atau Alamat Goa Kiskendo

Lokasi atau alamat Goa Kiskendo berada di Desa Jatimulyo Kecamatan Giri Mulyo Kabupaten Kulon Progo.

Rute Menuju Goa Kiskendo

Rute untuk menuju Goa Kiskendo jika pemberangkatan pertama dari Daerah Istimewa Yogyakarta, maka rute pertama masuk ke Jalan K.H. Ahmad Dahlan.

Setelah itu, rute selanjutnya menuju Jalan Wates dan masuk ke Jalan Siliwangi. Lalu lanjutkan perjalanan anda menuju Jalan Godean dan masuk ke Jalan Raya Kaligesing.

Jarak Goa Kiskendo dari Daerah Istimewa Ypgyakarta sekitar 46 kilometer dengan total waktu tempuh sekitar 1 jam 30 menit.

Harga Tiket Masuk Goa Kiskendo

Harga  tiket masuk Goa Kiskendo adalah sebesar Rp. 5.000 per orang. Dan untuk biaya parkir adalah sebagai berikut :

  • Rp. 2.000 untuk motor
  • Rp. 5.000 untuk mobil

Jam Operasional Goa Kiskendo

Jam operasional Goa Kiskendo adalah dari pukul 07.00 sampai dengan 17.00 dari hari Senin sampai dengan hari Minggu.

Penginapan Di Objek Wisata Goa Kiskendo

Tidak lebih dari 6 kilometer dari objek wisata Goa Kiskendo, anda bisa menemukan penginapan yang menawarkan harga dan fasilitas yang beragam.

Perbedaan harga sangat ditentukan dengan jenis hotel, penginapan, serta fasilitas atau pelayanan yang disajikan untuk para pengunjung.

Tips Wisata

Bagi anda yang hendak berkunjung ke objek wisata Goa Kiskendo, maka inilah tips wisatanya :

  • Baiknya berwisata ke Goa Kiskendo jangan pada saat musim hujan, karena jalurnya akan menjadi licin untuk dilewati. Dan seluruh spot yang ada di sana tidak dapat dinikmati secara maksimal.
  • Selalu patuhi protokol keamanan dan kesehatan yang telah ditetapkan
  • Ada baiknya berkunjung ke objek wisata Goa Kiskendo tidak sendirian. Banyak orang atau rombongan menjadi lebih seru
  • Jangan membuang sampah sembarangan dan mencoret-coret dinding bebatuan
  • Dan yang terakhir, jangan sampai ada perlengkapan dan perbekalan yang ketinggalan ya…

Penutup

Itulah review tentang Goa Kiskendo dari mulai pesona keindahan, ragam wisata, harga tiket, rute, penginapan, dan sejarah Goa Kiskendo.

Apa yang disajikan semoga kian menambah referensi kunjungan wisata anda selanjutnya. Dan yang paling penting semoga kian menumbuhkan rasa kecintaan terhadap dunia wisata yang ada di Indonesia.

Selamat berlibur, dan tetaplah bersyukur…

Baca juga:

Leave a Comment