Lembah Harau, Berpagar Tembok Alam Setinggi 500 Meter

Kawasan Lembah Harau akan membuat pengunjung takjub. Lembah dihiasi oleh batu granit terjal berwarna – warni dengan ketinggian 100 sampai 500 meter yang mengelilingi kawasan. Lebih indah lagi karena adanya area persawahan yang hijau membentang luas bak permadani.

Kawasan Lembah Harau akan memebuat pengunjung takjub. Lembah dihiasi oleh batu granit terjal berwarna – warni dengan ketinggian 100 sampai 500 meter yang mengelilingi kawasan.
Lembah Arau. Image via: inews.id

Lembah Harau sejatinya merupakan cagar alam yang memiliki luas sekitar 669 hektar. Selain itu ternyata berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa batuan yang terdapat di kawasan ini identik dengan batuan yang ada di dasar lautan yakni berupa batuan Breksi dan konglomerat.

Lembah Harau sendiri merupakan wilayah yang  terdiri atas tiga kawasan yakni Resort Aka Barayun, Resort Sarasah Bunta, dan Resort Rimbo Piobang. Dan siapa sangka jika di salah satu kawasannya yani di Resort Aka Barayun terdapat air terjun serta kolam renang yang memiliki penorama indah serta asri.

Di satu sisi, wilayah Lembah Harau berpotensi untuk dijadikan sebagi tenpat olah raga panjat tebing. Hal ini dikarenakan area ini merupakan bukit dengan batuan yang cukup terjal. Selain itu, ternyata di kawasan ini sudah tersedia fasilitas penginapan berupa homestay dengan fasilitas yang lengkap.

Lembah Harau ini terdiri dari tiga kawasan yaitu Resort Aka Barayu, Resort Sarasah Bunta, dan Resort Rimbo Piobang.
Lembah yang damai. Image via: @13nowhere

Simak juga: 11 lokasi wisata di dekitar bukittinggi

Lokasi Lembah Harau

Lembah harau secara administratif berada dalam wilayah Nagari Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

lokasi Lembah Harau berjarak sekitar 138 km dari Kota padang atau sekitar 47 km dari Kota Bukit Tinggi dan sekitar 18 km dari Kota Payahkumbuh.

Rute Menuju Lembah Harau

Untuk pengunjung yang hendak mendatangi Lembah Harau dapat mengambil patokan dari kota Bukittinggi kemudian langsung saja menuju ke arah timur yakni ke Payakumbuh ibu kota Kabupaten Limapuluh koto dengan jarak tempuh sekitar 33 km.

Selanjutnya tinggal lanjutkan perjalanan menuju lembah Harau dengan jarak tempuh 18 km mengikuti penujuk jalan. Selain itu, transportasi umum siap mengantarkan pengunjung yang datang melalui Bukittinggi. Menyewa minivan atau sepeda motor akan memastikan waktu berkunjung pengunjung  di dataran tinggi Minangkabau lebih cepat.

Sepanjang perjalanan menuju lembah Harau pengunjung akan disuguhi pemandangan alam yang asri. Sejauh mata memandang, hanya hamparan sawah hijau dan tebing-tebing tinggi menjulang.
Rute Lembah Harau. Image via: pesona.travel

Jam Buka Lembah Harau

Pengunjung bisa berkungjung ke lembah harau ini setiap hari selama 24 jam, 7 hari seminggu.

Tiket Lembah Harau

Untuk menikmati keindahan Lembah Harau, pengunjung cukup membayar Rp 5000 untuk dewasa dan Rp 3000 untuk anak-anak.

Fasilitas Lembah Harau

Berbicara mengenai fasilitas, lembah Harau bisa dikatakan cukup lengkap. Di lokasi ini telah disediakan tempat camping, penginapan, mushola dan toilet untuk kebutuhan para wisatawan.

Selain itu pengunjung juga bisa menemukan beberapa warung untuk tempat makan dan minum untuk menghilangkan penat setelah eksplore lembah harau atau sembari menikmati keindahan pesona di lokasi wisata ini yang dingin dan sejuk.

Namun jika pengunjung ingin menggunakan resort atau penginapan ditempat ini, harus rela mengeluarkan biaya yang cukup mahal. Tarif penginapan sekitar Rp 500.000 sampai dengan Rp 2.000.000 untuk per malam. Alternatif agar hemat, bisa dengan berkemah.

Bangku-bangku juga disediakan cukup banyak serta akses untuk trekking atau hiking juga sudah di aspal. Jadi kegiatan explore lembah harau bakal lebih mudah dan menyenangkan.

Daya Tarik Lembah Harau

  1. Tebing Ratusan Meter

Tinggi tebing lembah harau bervariasi antara 100-500 meter.
Tebing 500 meter. Image via: merahputih.com

Simak juga: Danau gunung tujuh, tertinggi di Asia Tenggara

Lembah Harau merupakan lokasi yang sangat mudah dikenali karena adanya tebing batuan yang cukup mencolok. Ketinggian tebing tersebut bervariatif antar 100 hingga 500 meter. Selain itu lembah ini pun memilki sekitar tujuh air terjun dengan pemandangan yang alami.

Akses jalan menuju lembah ini menghadirkan pemandangan alam yang hijau nan elok. Maka dari itu banyak wisatwan yang berhenti sejenak untuk berfoto dengan latar pemandangan alam tersebut. Pemandangan tersebut berupa hamparan hijaunya persawahan serta tebing-tebing yang menjulang tinggi.

Tebing bebatuan yang terdapat di lebah Harau tajk ayalnya menarik perhatian para pecinta oleh raga ekstrim yaitu panjat tebing. Saking terkenalnya lembah ini sampai-sampai banyak orang yang menjulukinya sebagai Indonesian Yosemite.

  1. Air Terjun

Air terjun Bidadari Sarasah Bunta. di lembah harau
Bidadari Sarasah Bunta. Image via: padmagz.com

Setidaknya terdapat empat air terjun populer yang ada di wilayah Lembah Harau yakni  Air Terjun Sarasah Bunta, Air Terjun Sarasah Aie Luluij, Air Terjun Sarasah Murai, dan Air Terjun Sarasah Aie Angek. Masing-masing air terjun dinamai sesuai ciri khas daerah tersebut. Misalnya Sarasah Murai yang pada siang hari sering disinggahi burung-burung Murai. Sedangkan Sarasah Aie Angek, karena airnya terasa hangat.

Keempat air terjun ini cukup mudah dicapai oleh para pengunjung karena memili rute yang cukup mudah terkecuali Sarasah Aie Angek karena harus menembus hutan dan melewati sungai kecil terlebih dahulu untuk tiba disana.

Yang unik, Sarasah Bunta dipercaya memiliki kemiripan dengan bidadari yang sedang mandi, terutama jika bentuk air terjunnya yang tampak berlekuk dan terkena sinar matahari. Sementara Sarasah Aie Luluih airnya mengalir melewati dinding batu, dan berakhir di kolam pemandian alami.

Air terjun bidadari dilembah harau
Menunggu Bidadari. Image via: wego.co.id

Simak juga: Pantai panjang, sepanjang 7 km

Kawasan air terjun Sarasah Bunta cukup landai. Pengunjung bisa bermain air tanpa kuatir baju menjadi basah. Namun bagi yang ingin berenang juga tak perlu kuatir akan kerepotan, tersedia ruang ganti. Bagi yang hobi foto-foto, jangan lupa untuk melindungi lensa kamera dari cipratan air terjun.

Kemudian, untuk air terjun Sasarah Murai ternyata merupakan air terjun dengan tujuh tingkatan. Tiap tingkatannya memiliki ciri khas masing-masing sehingga membuatnya semakin mempesona. Untuk mencapai lokasi ini pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 5 m dari panorama Lembah Harau terlebih dahulu. u

  1. Tanaman Hias Pakis Monyet

Pakis monyet, salah satu tanaman khas yang dijual di toko tanaman hias sekitar lembah harau
Pakis Monyet. Image via: trilsky

Bagi para wisatawan yang hendak mendatangi air terjun Sasarah Bunta akan mendapati penjual tanaman hias yang ada di pinggir jalan. Tanaman yang paling mencolok diantara tanaman lainnya adalah tanaman unik yang berbulu yakni pakis monyet.

Bila diperhatikan sekilas tanaman ini nampak seperti hewan karena seluruh bagiannya hampir dipenuhi semacam bulu. Kono, bulu-bulu tersebut diyakini memiliki khasiat untuk menyembuahkan luka. Caranya cukup mudah yakni tinggal membakar bulu tersebut hingga menjadi abu, kemudian abu tersebut dioleskan pada luka.

Cara memelihara tanaman unik ini pun cuku mudah. Tinggal letakan saja pada pot atau wadah yang berisi air setelah itu disiram secara rutin. Niscaya tanaman ini akan tumbuh subur.

  1. Taman Selfie

Taman Selfie di lembah HArau
Taman Selfie. Image via: wisatamantap.com

Simak juga: Bukit Khayangan Kerinci

Untuk menarik wisatwan dengan jumlah yang lebih banyak, kini wilayah Lembah Harau juga memilki area wisata yang kekinian dengan tampilan khas Eropanya. Harau Dream Park adalah tempat untuk menjumpai itu semua. Wahana yang dihadirkan tempat ini pun cukup banyak diantaranya paralayang, balon udara, karpet aladin, sampan, sepeda terbang, sepeda air dan ATV.

Selain wahana-wahan serunya, area Harau Dream Park juga menyediakan objek-objek untuk berfoto yang sangat instagramable yakni tiruan dari menara eifel yang berlatarkan tebing menjulang tinggi. Kemudian, terdapat juga rumah yang beraneka warna ala Belanda lengkap dengan kincir angin serta taman bunga dengan tulisan Amsterdam.

Selain kedua bangunan ikonik eropa di atas, masih banyak lagi spot menarik yang bisa ditemui oleh pengunjung yakni. Jembatan San Fransisico, Rumah Norwegia, Stone Henge dan sampan alal Beland. Bahkan ke depannya pengelola akan menambah bangunan lainnya yakni Big ben London.

  1. Habitat Satwa

Monyet lembah harau.
Monyet lembah harau. Image via: gosumatra.com

Kawasan Lembah Harau sebenarnya sudah cukup lama ditetapkan sebagai cagar alam yakni pada tahun 1993 silam. Selain sebagai habitat asli sejumlah satwa langka khas Sumatera terdapat juga berbagi spesies tanaman hutan hujan tropis yang tumbuh di sekitar wilayah ini.

Salah satu satwa yang paling identik dengan kawasan cagar alam ini ialah monyet ekor panjang yang kerap menujukan diri. Kemudian, ada juga spesies primata lainnya seperti siamang dan simpai. Meskipun suaranya serang terdengar namun mereka sangat jarang sekali menampakan dirinya.

Selain berbagai spesies primata, di kawasan Lembah Harau juga terdapat taman kupu-kupu yang berada di tengah Lembah dimana pengunjung bisa melihat berbagai jenis kupu-kupu.

Musim Ramae di lembah harau.
Musim Ramae. Image via: minangsatu.com

Simak juga: Surga Surfer, Pantai Krui

Objek Wisata Dekat Lembah Harau

Sebagai kawasan dengan sejarah geologi yang dahsyat, tebing, goa dana ir terjun, seolah-olah menjadi kekayaan tak ada habisnya dari kabupaten Lima puluh Kota. Selain Tebing kolosal di Lembah Harau, ada juga objek wisata  Air Terjun Lubuak Bulan.

Air Terjun Lubuak Bulan ini mempunyai ketinggian kurang lebih sekitar 50 meter. Kawasan air terjun ini memiliki panorama alam yang masih asri sehingga membuatnya sangat sedap untuk dipandang. Meskipun letaknya lumayan cukup jauh namun semua pengorbanan itu akan terbayar tuntas begitu sampai di lokasi air terjun ini.

Selanjutnya ada Goa Ngalau Indah. Objek ini merupakan sebuah goa alam dengan beberapa mulut goa sebagai akses masuk dan keluar. Di dalam gua besar ini pengunjung dapat melihat keindahan stalaktit dan stalagmit yang masih terjaga dengan baik.

Demikianlah Sedikit cerita kami soal Lembah harau yang spektakuler ini. Segera sisihkan waktu dan isi liburan dengan mengunjungi Yellow Stone-nya Indonesia ini.

Semangat Berlibur!!

Baca juga:

Leave a Comment