Museum Prabu Geusan Ulun, Wisata Sejarah Sumedang

|

Museum Prabu Geusan Ulun, merupakan salah satu tempat wisata sejarah di Sumedang yang akan mengenalkanmu akan sepenggal kisah dari Sumedang tempo dulu, yang sangat kental akan adat dan budayanya.

Lokasinya yang berada di pusat kota dan dekat dengan Alun-Alun Sumedang, membuat Museum Sumedang ini sangat mudah untuk dituju.

tempat wisata sejarah di sumedang
tempat wisata sejarah di sumedang. google maps. sumber: Rakhmat irsan Arch

simak juga: tempat wisata di sumedang

Tidak ada salahnya kita mengajak anak-anak untuk mengunjungi Museum Prabu Geusan Ulun ini, sebagai cara untuk mengenalkan sejarah Sumedang kepada mereka.

Sehingga timbul dalam diri mereka rasa cinta akan daerahnya sendiri, karena jika bukan mereka yang melestarikan siapa lagi??

Berikut gambaran mengenai Museum Prabu Geusan Ulun, sebagai bahan referensi wisata sejarah di Sumedang untuk dikunjungi bersama keluarga tercinta.

Sejarah Museum Prabu Geusan Ulun

Museum Prabu Geusan Ulun berdiri pada tanggal 1 Maret 1974, tujuan awalnya ialah untuk menunjukkan sejarah di masa lalu bahwa Sumedang memiliki kerajaan yang besar dan jaya yakni Kerajaan Sumedang Larang.

Dan berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Sumedang Larang ataupun Kerajaan Pajajaran hingga zaman Kebupatian.

Museum ini awalnya bernama Museum Sumedang, kemudian berganti nama menjadi Museum Prabu Geusan Ulun hingga saat ini. Dan menjadi situs bersejarah yang ada di Sumedang.

mahkota binokasih
mahkota binokasih. google maps. sumber: Raden Alfalih Al-Bangkalani

simak juga: alun-alun sumedang

Sepenggal Kisah Tentang Prabu Geusan Ulun

Prabu Geusan Ulun bernama Pangeran Angkawijaya, putra dari Pangeran Kusumahdinata I. Dan menjadi Bupati pertama Sumedang pada waktu itu, dimana beliau memerintah dari tahun 1578 hingga 1601.

Prabu Geusan Ulun menerima Mahkota Binokasih yang merupakan mahkota dari Raja Kerajaan Pajajaran beserta perhiasan dan atribut kebesaran lainnya. Yang kala itu Kerajaan Pajajaran sudah hancur akibat serangan Kesultanan Banten.

Beliau didaulat agar meneruskan kepempinan Pakuan Pajajaran, hingga akhirnya Kerajaan Sumedang Larang ditetapkan sebagai penerus kekuasaan Pakuan Pajajaran.

Prabu Geusan Ulun meninggal pada tahun 1601, dan dimakamkan di Dayeuh Luhur. Yang pada saat itu merupakan pusat pemerintahan dari Kerajaan Sumedang Larang.

Daya Tarik Museum Prabu Geusan Ulun

Museum Prabu Geusan Ulun terdiri dari beberapa gedung, yang menyimpan daya tariknya tersendiri yakni:

gamelan
gamelan. google maps. sumber: adila sagita

simak juga: tahura gunung kunci

1. Gedung Gamelan

Gedung Gamelan dibangun awal tahun 1973, berisikan berbagai macam alat musim tradisional gamelan yang dilengkapi dengan nama dari masing-masing gamelan.

Gamelan yang ada berasal dari zaman dahulu kala hingga gamelan sekarang, dan masih dapat digunakan hingga saat ini.

2. Bumi Kaler

Alasan pemberian nama tersebut karena bagian depan rumah tersebut menghadap ke sebelah utara. Bumi Kaler merupakan rumah Bupati Sumedang, yakni Pangeran Sugih yang dibangun tahun 1870.

Di dalam rumah tersebut terdapat beberapa koleksi, seperti:

  • Patung harimau,
  • Puade, peninggalan Kangjen Bupati Pangeran Aria Soeriakoesoema Adirata yang digunakan untuk membaringkan putranya yang telah selesai dikhitan.
  • Kemudian ada beberapa furniture dan penginggalan lainnya dari Pangeran Kornel, beliau ialah kakeknya Pangeran Sugih.
patung harimau
patung harimau. google maps. sumber: raden sukmaiskandar

simak juga: curug ciputrawangi

3. Gedung Gendeng

Gedung Gendeng dulunya digunakan sebagai tempat untuk menyimpan benda-benda pusaka. Dinamakan Gedung Gendeng karena letaknya yang berada di antara Bumi Kaler dan Bumi Kidul.

Pusaka-pusaka yang ada kemudian dipindahkan ke gedung yang lain, yang diberi nama Gedung Pusaka agar lebih luas. Pusaka peninggalan bersejarah tersebut terdiri dari:

  • Keris,
  • Mahkota Binokasih,
  • Pusaka 7 dari Pangeran Kornel,
  • dan beberapa mahkota lainnya,
salah satu koleksi kereta kencana
salah satu koleksi kereta kencana. google maps. sumber:  joel syeh

simak juga: gunung tampomas

4. Gedung Kereta

Gedung ini berisikan beberapa kereta kencana dari zaman kebupatian, yang memiliki bentuk unik dan memiliki filosofis tersendiri. Salah satunya ialah Kereta Kencana Naga Paksi peninggalan Kangjen Bupati Pangeran Aria Soeriakoesoema Adirata.

Lokasi dan Alamat Museum Prabu Geusan Ulun

Lokasi Museum Prabu Geusan Ulun sekitar 50 meter dari Alun-Alun Sumedang, alamat tepatnya berada di Jl. Prabu Geusan Ulun No. 40, Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Rute Menuju Museum Prabu Geusan Ulun

akses menuju Museum Prabu Geusan Ulun sangat mudah dituju, lokasinya berada di sebelah selatan Alun-Alun Sumedang dan berdampingan dengan Gedung Bengkok atau Gedung Negara.

Sehabis mengunjungi Alun-Alun Sumedang, tinggal berjalan kaki saja menuju seberang jalan. Untuk kamu yang datang dari Bandung akan memakan waktu sekitar 1 jam.

Dengan mengarahkan kendaraanmu menuju Jl. Prabu Geusan Ulun. Sudah banyak petunjuk jalan yang akan mengarahkanmu menuju lokasi wisata sejarah tersebut.

museum prabu geusan ulun
museum prabu geusan ulun. google maps. sumber: Yayat Ruhayat

simak juga: mata air cikandung

Jam Buka Museum Prabu Geusan Ulun

Jam operasional Museum Prabu Geusan Ulun mulai dibuka pukul 08.00 hingga 14.00, untuk hari Senin dan Jumat tutup ya…

Harga Tiket Masuk Museum Prabu Geusan Ulun

Tiket masuk Museum Prabu Geusan Ulun, dibedakan menjadi:

  • Anak-anak sebesar Rp. 2.000,-
  • Dewasa sebesar Rp. 3.000,-
  • Turis asing membayar Rp. 10.000,-
  • Parkir motor Rp. 2.000,-
  • Parkir mobil Rp. 5.000,-
gedung pusaka
gedung pusaka. google maps. sumber: Fery Irnawan

simak juga: wanawisata kampung ciherang

Fasilitas Museum Prabu Geusan Ulun

Fasilitas yang ada di kawasan Museum Prabu Geusan Ulun yakni:

  • Area parkir kendaraan,
  • Mushola,
  • Toilet,

Penutup

Dengan mengenal sejarah dari daerah kita sendiri membuat rasa cinta dan bangga menjadi semakin besar. Sedangkan untuk kamu yang bukan berasal dari Sumedang, dengan mengunjungi Museum Prabu Geusan Ulun dapat menambah khazanah budaya Indonesia.