Pantai Watu Maladong, Dijaga Siluman Karang Penyu Raksasa

Pantai Watu Maladong merupakan objek wisata pantai yang memilikigugusan batu karang raksasa serta tebing yang menjulang tinggi disepanjang pantainya.

Hal ini tentu saja membuat pantai yang satu ini nampak begitu unik. Bahkan ada saru batu karang yang disebut-sebut mirip dengan rumah adat Sumba karena bentuknya yang memiliki empat tiang penyangga.

pantai watu malandong
pantai watu malandong. google maps. sumber: Made Apong

Panorama paling menonjol di pantai ini adalah pulau-pulau karang mini yang terpencar dari induknya. Pulau-pulau karang bak hidup dengan tutupan tumbuhan hijau dipuncaknya.

Tumbuhan itu adalah tetumbuhan adaptif, bertahan dicelah-celah karang dan memberi warna kehidupan misterious di permukannya.

Pemandangan indah nan apik dapat diamati dengan jelas dan puas dari sisi tepian pantai Watu Maladong. Pantai dengan bongkahan batu-batu besar dan nyaman untuk bersantai ria. Lokasi ini pun ideal dimanfaatkan untuk melahap bekal makanan yang pengunjung bawa.

Sementara itu, beberapa batu karang yang ada di pesisir pantai memiliki tekstur yang mirip dengan pintu gua dengan cela-cela kecil di setiap sisinya. Sedangkan yang lainnya menjulang tinggi dan kokoh seakan tak pernah goyang akan terjangan ombak.

view elok pantai watu malandong
view elok pantai watu malandong. google maps. sumber: Tamu Umbu Hunga Wohangara

Kemudian, bila diperhatikan batu karang tersebut memiliki celah-celah kecil yang terbentuk secara alami. Untuk itu pengunjung pun bisa memanfaatkan area tersebut sebagai spot foto yang unik sehingga menghasilkan foto yang bagus untuk nanti diunggah ke media sosial.

Simak juga: 11 lokasi wisata populer di Sumba

Lokasi Pantai Watu Maladong

Pantai Watu Maladong terletak di Desa Panenggo Ede, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Lokasi indah ini berjarak atau sekitar 57 kilometer dari pusat kota Tambolaka.

Rute Menuju Pantai Watu Maladong

Untuk bisa tiba di Pantai Watu Maladong juga tidak terlalu sulit. Pengunjung dari luar Sumba bisa menggunakan pesawat dengan rute ke Tambolaka.

Pesawat dari Jakarta akan mendarat di Bandar Udara Tambolaka, setelah transit dan berganti pesawat dengan yang berbaling-baling di Bandara Ngurah Rai Denpasar.

Dari Bandara Tambolaka jarak ke pantia ini sudah tidak terlalu jauh. Pengunjung bisa menggunakan angkutan umum atau menyewa kendaraan pribadi.

pantai watu malandong ntt
pantai watu malandong ntt. google maps. sumber: diana aris

Jika memilih menggunakan angkutan umum, pengunjung bisa naik mini bus yang menuju kearah Walandimu.

Letak pantai ini lumayan terpencil sehingga tidak ada angkutan umum yang melayani tujuan hingga ke pantai ini.

Karena itu, maka setelah turun dari Bis di Walandimu, perjalanan dilanjutkan  dengan menggunakan ojek motor hingga ke Pantai Watu Maladong.

Jam Buka Pantai Watu Maladong

Pantai Watu Maladong , secara teknis terbuka 24 jam sepanjang pekan untuk dikunjungi. Dengan demikian pengunjung bisa leluasa mengatur waktunya sesuai dengan kesempatan yang dimiliki.

Namun demikian tidak disarankan untuk berkunjung di saat hari sudah gelap. Selain faktor hambatan untuk menikmati keindahan panorama, juga karena kurangnya penerangan di lokasi maupun di jalur menuju lokasi.

Tiket Pantai Watu Maladong

Pengunjung yang ingin datang dan mengagumi keindahan Panorama Pantai Watu Maladong, tidak dipungut bayaran tiket masuk. Jadi pengunjung hanya perlu menyiapkan biaya transportasi saja.

Daya Tarik Pantai Watu Maladong

1. 5 Karang Raksasa

Simak juga: Surga Selatan di Pantai Oeseli

Sebelum sampai ke Pantai, dari pinggir tebing pengunjung sudah dapat melihat air sungai mengalir ke muara, bertemu dengan 5 gugusan karang besar dan kecil.

Bukit karang tersebut memiliki beberapa lubang di bagian bawahnya akibat terus-menerus tergerus ombak.

Bila pengunjung berada di posisi yang pas bukit karang tersebut akan nampak seperti memiliki kaki. Kemudian bagian atas bukit yang berbentuk bulat seakan menyempurnakan bentuk karang ini seperti penyu.

salah satu karang pantai watu malandong
salah satu karang pantai watu malandong. google maps. sumber: Handy Wartin

Selain itu, bila pengunjung datang pada waktu sore akan nampak bebatuan yang tersebar di pinggiran sungai.

Bila bebatuan ini nampak maka itu pertanda bahwa air sedang surut atau warga sekitar lebih mengenalnya dengan sebutan air sedang bakering.

Sementara itu, sungai tersebut juga memiliki pasir putih yang sangat lembut bahkan bila pengunjung menginjaknya, kaki seakan terperosot ke dalam.

Namun berhati-hatilah pada saat berendam di sungai ini karena aliran air cukup memiliki daya untuk membawa perenang ke ujung muara yang memiliki ombak.

Saat air masih bakering, pengunjung bisa berjalan menyusuri pantai memutari karang raksasa yang berdinding tegak lurus.

Garis-garis dan perbedaan warna pada dinding menunjukkan batas-batas air. Bagi pengunjung yang punya nyali, dan suka adrenalin, bisa mencoba memanjat karang raksasa itu.

2. Legenda Siluman Penyu

Simak juga: Gapura Laut pantai Mbawana

Siapa sangka jika pantai yang memiliki keindahan alam yang emmpesoona ini ternyata dianggap sebagi tempat yang cukup angker oleh warga setempat.

Hal ini dikarenakan sebuah cerita yang menyebutkan bahwa pada zaman perang banyak musuh yang mati dibunuh kemudian dibuang ke sungai. Lalu mayat tersebut terbawa arus hingga menuju ke muara.

sisi legenda pantai watu malandong
sisi legenda pantai watu malandong. google maps. sumber: Yoshe Ariel

Selain itu, ada juga cerita mitos tentang karang yang mirip dengan penyu. Batu karang ini dulunya dianggap sebahgai seekor penyu ajaib yang memiliki kemampuan berbicara layaknya manusia.

Dikisahkan jika penyu tersebut membantu seorang petani menyeberangi muara sungai dari pulau Sumba ke pulau seberang.

Dikisahkan jika petani tersebut hendak mencari Numbu Ranggata yang merupakan tombak leluhurnya yang tertancap di perut seekor babi.

Babi tersebut kerap merusak kebunnya dan pada saat petani itu menombaknya babi tersebut kabur. Petani itu pun mengejar babi yang terluka itu mengikuti jejak bekas darahnya hingga ke tepi pantai.

Sang petani pun bingung harus mencari kemana lagi hingga datang lah seekor penyu yang bisa berbicara mengatakan bahwa apa yang dicari petani ada di pulau seberang. Kemudian, naiklah petani ke punggung penyu dan mereka pun berenang menyeberang.

Sesampainya di pulau seberang, petani bertemu dengan seorang nenek yang mengatakan bahwa babi perusak kebunnya adalah babi jadi-jadian.

Yakni, manusia yang memiliki ilmu untuk berubah menjadi babi. Bersamaan dengan kejadian itu ada kabar yang menyebutkan jika kepala suku sedang sakit. Dan anehnya meski sudah banyak yang mengobatinya luka di perutnya tak kunjung sembuh.

legenda siluman penyu
legenda siluman penyu. google maps.sumber: The Sanubari

Lantas petani itu pun bertanya kepada kepala suku apakah ia tertikam tombak atau tidak. Kepala suku beserta keluarganya pun terkaget kenapa ada orang yang mengetahi penyebab penyakitnya itu. Hingga ia pun meminta kepada petani tersebut untuk mengobati penyakitnya itu, dengan imbalan apa saja.

Sebelumnya, petani itu telah dibekali ramuan obat oleh nenek yang ditemuinya di pulau sebrang sebelum ia berangkat menemui kepala suku.

Selain itu sang petani juga diberi pesan oleh nenek jika ia kepala suku menawarkan imalan sebagai hadiah untuk menyembuhkannya maka mintalah juga Watu Malandong miliknya selain meminta Tombak Bumbu Ranggata milik petani tersebut.

Simak juga: Pantai Tiang Bendera, Kibar Merah Putih di Ujung Selatan negeri

pesona pantai watu malandong
pesona pantai watu malandong. googlemaps. sumber: Paseo Lie

Singkat cerita, kepala suku pun sembuh seketika. Namun, mendengar permintaan sang petani kepala suku langsung murka terkaget bagaimana ada orang yang mengetahui harat berharga miliknya.

Tapi siapa sangka ternya petani pun mampu mengalahkan kepala suku dan berhasil membawa dua benda tersebut yakni Numbu Ranggata dan Watu Malandong.

Akhirnya petani itu pun kembali menyebrangi pulau dengan bantuan penyu raksasa beserta dengan watu Malandong.

Di sisi lain, Watu Malandong merupakan tiga buah batu yang bisa menciptakan sumber air, menumbuhkan padi, jagung, dan jewawut yang niscaya membawa kemakmuran di tanah kelahirannya.

Objek Wisata Dekat Pantai Watu Maladong

Selain Pantai Watu Maladong, Sumba Barat Daya juga memiliki pantai karang lain. Salah satu yang populer adalah Tanjung Mareha. Tanjung ini dekat dengan Pantai MBawana. Tanjung ini memiliki sebuah tebing-tebing besar yang mempunyai keindahan dan pemandangan yang luar biasa.

Dari atas tebing dengan rerumputan hijau ini Pengunjung bisa melihat salah satu ikon dari Pantai Mbawana yaitu karang bolong. Salah satu pemandangan magis di pantai berbatu ini adalah saat matahari terbit atau matahari terbenam.

Walau Sumba terkenal sebagai daerah beriklim Sabana Tropis, namun Sumba Barat Daya memilki wisata air terjun. Objek wisata itu adalah Air Terjun Waikelo Sawah, yang merupakan sumber air di Sumba yang tidak pernah kering. Terletak di daerah dengan topografi perbukitan dan lokasi sejuk, menambah pesona lokasi ini. Sumber airnya dari sungai bawah tanah.

Demikian sekilas gambaran pesona yang dimiliki Pantau Watu Maladong. Tentu saja yang bisa kami ceritakan ini hanya sebagian kecil saja dari pesona loasi ini. Masih ada banyak sensasi yang bisa anda peroleh dengan mendatangi langsung lokasi ini.


Tinggalkan komentar