Pura Lingsar, Ketika Peci dan Udeng Bersatu Dalam Ikatan Ketupat

Pura ini adalah pura terbesar di Lombok. Pura lingsar mengandung gabungan antara nilai-nilai agama Hindu dan Islam Wetu Telu. Latar belakang inilah yang menjadi daya tarik utama Pura Lingsar.


Pura Lingsar di Lombok, situs yang menyatukan 2 umat beragama dalam 1 rasa kebersamaan dan setara
Pura lingsar. Image via: ttnotes.com

Karena menggabungkan nilai 2 agama, kawasan pura ini terbagi menjadi dua. Di bagian utara terdapat pura Hindu bernama Gaduh, sedangkan di bagian selatan berdiri pura Wetu Telu bernama Kemaliq.

Konon, tempat itu dibangun sebagai lambang persatuan. Karena itulah, tak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah dalam komplek pura yang luas itu. Umat Hindu dan Suku sasak yang beragama Islam secara rukun merawat pura itu secara bersama-sama.

Siapa saja yang mempercayai dan ingin ”berhubungan” dengan Tuhan di tempat itu, tak pernah dipermasalahkan, sepanjang mentaati aturan di pura tersebut.

Pura ini memiliki sebuah kolam yang sangat menarik yang dibangun untuk menghormati Dewa Wisnu. Di kolam ini wisatawan dapat melemparkan koin dengan posisi menghadap ke belakang sambil berdoa memohon sesuatu.

Di dasar kolam juga terdapat sumber mata air dimana terdapat ikan tune (sidat) yang hanya akan muncul apabila di panggil dan diberikan telur ayam rebus.

candi bentar gerbang masuk situs pura lingsar lombok
Candi bentar. Image via: lomboksunsettour.co.id

Simak juga: 12 objek indah di lombok.

Lokasi Pura Lingsar

Pura Lingsar terletak di Jl. Gora 2, Lingsar, Mataram, Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Rute Menuju Pura Lingsar

Pura Lingsar terletak sekitar 8 Kilometer dari Kota Mataram, dengan lama perjalanan sekitar 20 Menit.  Jika mengunjungi pura lingsar dengan kendaraan pribadi, pengunjung mesti menempuh jalur Mataram-Cakranegara-Selagalas-Lingsar.

Jika memilih menggunakan angkutan umum, pengunjung harus berganti jurusan sebanyak tiga kali. Yaitu jurusan Ampena-Sweta (Rp. 3.000,-), kemudian jurusan Sweta-Narmada (Rp. 2.000,-), dan jurusan Narmada-Lingsar (Rp. 2.000,-).

Mengingat pendek jarak tempuh, kami sarankan pengunjung menggunakan Taksi saja. Jauh lebih praktis dan biayanya tidak terlalu mahal.

Jam Buka Pura Lingsar

Untuk bisa menikmati keindahan dan keluhuran tinggalan sejarah di situs pura lingsar, pengunjung umum bisa datang pada jam 08.30-18.00.

Tiket Pura Lingsar

Untuk memasuki pura lingsar, pengunjung tidak dipungut biaya. Gratis.

rombongan wisata religi dari bali ke pura lingsar
Rombongan wisata religi. Image via: truevacationlombok.com

Fasilitas Pura Lingsar

Untuk mendukung kegiatan wisata di pura ini, telah disediakan Lahan parkir, toilet, dan toko souvenir.

Hal Menarik di Pura Lingsar

  1. Tempat suci 2 sistem kepercayaan

Pura dengan luas 26 hektar ini betul-betul menunjukkan harmonisasi antara agama Islam watu telu dan Hindu. Ritual 2 agama tersebut dapat berjalan berdampingan tanpa terjadi gesekan. Di dalam kompleks itu juga terdapat situs Kemaliq yang dihormati masyarakat Sasak, suku asli Lombok yang beragama Islam, terutama pengikut ajaran Wetu Telu.

Kawasan pura ini terbagi menjadi dua yakni di bagian utara terdapat pura Hindu bernama Gaduh, sedangkan di bagian selatan berdiri pura Watu Telu bernama Kemaliq.

Di halaman pura lingsar terdapat jalan lurus menuju candi bentar lainnya. Pada sisi kiri jalan terletak bangunan utama pura yang disebut Pura Gaduh. Di sisi kiri pura adalah Kemaliq atau yang dalam bahasa Sasak berarti tempat suci atau keramat.

Ngobrol dengan tetua di tepi kolam pura lingsar lombok
Ngobrol kejernihan di tepi telaga. Image via: @jeremyjunas

Simak juga: Taman Narmada.

Di dalam Kemaliq terdapat kolam mata air. Bersebelahan dengan Kemaliq adalah pesiraman atau tempat mandi berupa pancuran yang mengalirkan air dari Kemaliq.

Penampilan wajah kompleks bangunan ini secara umum tak jauh berbeda dengan kompleks pura di daerah lainnya. Pada gerbang masuk kompleks pura ini terdapat candi bentar atau gapura kembar berbentuk segitiga siku-siku berwarna khas merah bata.

  1. Perang Topat

Kendati selalu digunakan untuk beribadah dua agama yang berbeda, namun dalam setahun sekali ada upacara yang melibatkan umat kedua agama. Umat Hindu dan Islam menyelenggarakan perayaan bersamaan di pura ini. Upacara itu bernama Perang Topat.

Perang topat adalah sebuah acara adat yang diadakan di Pura Lingsar, Lombok. Perang ini merupakan simbol perdamaian antara umat Muslim dan Hindu di Lombok. Acara ini dilakukan pada sore hari, setiap bulan purnama ke tujuh dalam penanggalan Suku Sasak.

pembukaan acara Perang-Topat pura lingsar yang dihadiri tokoh agama dari 2 agama
Ketika peci dan udeng terikat dalam Ketupat. Image via: kelanaku.com

Sore hari yang merupakan puncak acara yang dilakukan setelah salat ashar. Atau dalam bahasa Sasak “rarak kembang waru” gugur bunga waru. Tanda itu dipakai oleh orang tua dulu untuk mengetahui waktu salat Ashar.

Ribuan umat Hindu dan Muslim memenuhi Pura Lingsar. Dua komunitas umat beda kepercayaan ini menggelar prosesi upacara Puja Wali, sebagai ungkapan atas puji syukur limpahan berkah dari sang pencipta.

‘Perang’ yang dimaksud dilakukan dengan saling melempar ketupat di antara masyarakat muslim dengan masyarakat hindu. Ketupat yang telah digunakan untuk berperang seringkali diperebutkan. Karena dipercaya bisa membawa kesuburan bagi tanaman agar hasil panennya bisa maksimal. Kepercayaan ini sudah berlangsung ratusan tahun, dan masih terus dijalankan

Prosesi pendahuluan perang topat di pura lingsar, yang diikuti oleh umat beragam hindu dan islam
Ketika Jilbab dan anteng beriringan. Image via: kelanaku.com

Simak juga: Goa Sunyaragi.

  1. Kolam Ageng

Selain ritual-ritual yang unik, pengunjung juga harus menjelajahi situs ppura lingsar ini. Selain pura Gaduh dan Kemaliq, di Pura Lingsar terdapat kolam yang dibangun untuk menghormati Dewa Whisnu. Kolam itu memiliki luas 6.230 meter persegi. Telaga Ageng mempunyai 9 pancuran yang airnya akan memancar ke dalam kolam.

Air di kolam keramat tersebut berasal dari mata air Gunung Rinjani. Ini mengingatkan pada Venice, Eropa sana, bila mau harapannya dikabulkan harus melempar koin ke dalam kolam. Bagi siapa saja yang koinnya bisa masuk ke dalam kolam setelah dilempar, Insya Allah harapannya terkabul. Percaya tak percaya.

Cara ritual melempar uang logam koin ke kolam harus sambil membalikan badan. Sambil melempar uang logam, pengunjung dapat memanjatkan keinginan. Karena kebanyakan yang berkunjung adalah anak-anak muda, maka biasanya permintaannya adalah minta jodoh

kolam ageng, kolam menghormatid ewa wisnu di pura lingsar lombok
Kolam ageng. Image via: merahputih.com

Menurut penjaga area situs, beberapa kali air kolam dikuras untuk diambil koin yang ada di dalamnya. Setelah kolam dikuras, koin-koin yang dilempar oleh pengunjung diambil oleh pengurus pura. Saat proses pengambilan koin sangat cepat karena tekanan dari dalam tanah cukup besar. Bila tidak segera diambil maka airnya bisa penuh.

  1. Ikan Keramat

Pada salah satu kolam yang dikeramatkan, terdapat seekor ikan dengan besar betis orang dewasa. Hewan itu dikenal sebagai ikan moa. Atau dalam bahasa sasak disebut Tune. Semacam belut namun berukuran sebesar betis. Dari segi nama mirip dengan ikan Tuna, tapi 2 spesies ini tidak ada hubungannya.

Ikan tune ini ada ceritanay tersendiri. Konon bagi siapa saja yang bisa melihat ikan yang besarnya sebetis orang dewasa itu, maka hidupnya semakin beruntung dan mujur. Untuk memanggil ikan itu biasanya dilakukan dengan menggunakan umpan telur rebus.

Kolam ikan Tune pura lingsar, kemunculan ikan konon pertanda kebaikan bagi yang melihat
Kolam ikan tune. Image via: 1001wisata.com

Simak juga: makam sunan gunungjati.

Penjaga pura juga bisa dimintai bantuan untuk memanggilkan ikan ini. Biasnaya penjaga menggetok-getokkan telor rebus itu ke tembok yang ada di keliling kolam. Lalu telur rebus yang sudah lepas dari kulitnya diremas-remas dan di cemplungkan ke kolam sambil diobok-obok.

Bau amis pun menyeruak menusuk ke hidung. Penjaga akan berusaha terus untuk memanggil ikan tersebut sambil memukul-mukulkan telur ke pinggiran kolam. Namun tidak tiap kali panggilan kaan dipenuhi sang ikan. Ikan ini memang sulit buat keluar dari persembunyiannya. Maka dari itu bagi yang bisa lihat ikan tersebut, itu sebuah keajaiban.

  1. Menghitung batu

Mitos lain, menghitung batu keramat. Disamping kolam keberuntungan, ada sebuah tempat berisi batu-batu keramat yang dibungkus kain. Oleh penjaga pura atau guide, pengunjung masing-masing diberi kesempatan menghitung jumlah batu, sebanyak tiga kali.

Jika setelah menghitung sebanyak 3 kali, hitungan pengunjung selalu sama, maka dipercaya akan mendapat keberuntungan.

salah satu pelinggih pura lingsar lombok
Pelinggih Pura. Image via: http://transmatelombok.com/pura-lingsar-lombok4/

Tips Mengunjungi Pura Lingsar

Saat berkunjung ke pura lingsar, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Berikut beberapa tips yang sebaiknya diperhatikan, agar tidak ditegur oleh pengelola situs.

  • Gunakan pakaian yang sopan serta selendang ketika Anda berkunjung ke area pura.
  • Dilarang memasuki area pura bagi wanita yang sedang datang bulan.
  • Bawalah telur rebus untuk “memancing” Ikan Tune, semacam ikan belut.
  • Bawalah sejumlah koin untuk dimasukkan ke dalam kolam, siapa tahu permohonan Anda terkabul.
gadis sasak dalam prosesi persiapan perang topat
Gadis sasak pembawa tupat. Image via: wartantb.com

Objek Wisata Dekat Pura Lingsar

Selain pura lingsar, di sekitar lokasi itu juga terdapat objek sejarah lain. Salah satu yang terdekat adalah Taman Mayura, dengan jarak 7 km. Taman Mayura, yang berarti Taman merak, memberikan kombinasi suasana yang unik. Antara suasana alam yang asri, suasana religius, dan sekaligus bersejarah. Wilayah taman ini terdiri dari dua bagian, yaitu area taman dan area pura.

Taman Narmada yang terkenal itu juga tidak jauh dari pura lingsar. Hanya berjarak 6 km saja. Taman yang terkenal sebagai miniatur gunung rinjani dengan segara anakan ini cocok dikunjungi. Selain untuk wisata sejarah juga tersedia fasilitas flying fox melintasi taman.

Dari reviu kami ini mengenai Situs Pura Lingsar. Tentu anda sudah bisa menerka-nerka bagaimana keseruan yang dirasakan jika berwisata ke sana. Jadi kalau ada jadwal kunjungan ke Pulau lombok, pastikan lokasi ini masuk dalam daftar lokasi tujuan berlibur

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment