11 Tempat Wisata Ubud, Keindahan Di Jantung Seni-Budaya Bali

Tempat wisata ubud yang menjadi  lokasi syuting film Eat, Pray, Love, menyajikan suasana alami pedesaan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Berkunjung ke museum seni, perbukitan hijau, atau sekedar spa treatment sembari menghirup udara segar pedesaan di Ubud bisa jadi pilihan terbaik untuk kamu yang ingin merefresh pikiran.


Tempat wisata ubud yang menjadi  lokasi syuting film Eat, Pray, Love, menyajikan suasana alami pedesaan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan
Tempat Wisata Ubud. Image via: idntimes.com

Sekilas Soal Ubud

Sebagai kawasan pariwisata Ubud memiliki daya tarik yang berbeda dengan kawasan Badung. Jika Badung daya tarik utama ada pada pantai, sebaliknya kawasan Ubud daya tarik utama terdapat pada seni, budaya, alam pedesaan, serta aktivitas wisata.

Walaupun setiap wilayah di Bali memiliki banyak seni, namun bagi wisatawan kawasan ini adalah pusat dari seni serta budaya Bali. Hasil seni yang terkenal seperti seni tari, seni lukis, seni patung dan seni ukir. Untuk wisata budaya, banyak terdapat pura Hindu dengan arsitektur yang unik.

Untuk wisata alam, daya tarik utama terdapat pada hutan hujan tropis yang dihuni kera ekor panjang, serta areal sawah terasering. Wisata petualangan juga menjadi daya tarik yang membuat wisatawan tertarik liburan ke kawasan ini. Aktivitas wisata petulangan seperti rafting disungai Ayung, naik ATV di area pedesaan, serta naik gajah di desa Taro.

Ubud yang terletak di sebelah utara kota Denpasar, dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ini menawarkan pesona tersendiri dari eksotisme lain pulau Bali.

11 Tempat Wisata Ubud

  1. Bukit Campuhan

Tempat wisata Ubud satu ini tidak hanya menawarkan indahnya pemandangan alam. Refresing di bukit ini juga mampu mengusir segala kepenatan.
Bukit Campuhan. Image via: plus.kapanlagi.com

Simak juga: 11 tempat wisata Probolinggo

Pemandangan Bukit Campuhan Ubud kini menjadi destinasi wisata yang populer di kalangan para wisatawan. Lokasinya yang tersembunyi, membuat tempat ini jadi lokasi favorit, terutama karena bisa sejenak merasakan kesunyian, jauh dari ingar bingar suasana perkotaan.

Tempat wisata Ubud satu ini tidak hanya menawarkan indahnya pemandangan alam. Refresing di bukit ini juga mampu mengusir segala kepenatan. Pemandangan asri di Bukit Campuhan Ubud semakin nampak asyik dengan jalur trekking yang tertata rapi sepanjang 2 kilometer.

Di kawasan Bukit Campuhan Ubud terdapat sebuah pura yang bernama Pura Gunung Lebah. Bukit tempat wisata Ubud ini diapit oleh dua anak sungai sehingga terbentuk lembah-lembah hijau yang rimbun oleh pepohonan tropis.

Rumput-rumput ilalang juga tumbuh dengan sangat baik sehingga sepanjang mata memandang hanya tampak hijaunya alam yang menyegarkan.

Jika berencana datang ke Bukit Campuhan, baiknya datang pada pagi hari atau sore hari. Karena ketika pagi udara masih sangat segar dengan matahari yang hangat. Jangan datang ketika siang jika tidak ingin terpapar panasnya matahari karena tidak adanya tempat berteduh.

Alamat: Jalan Bangkiang Sidem, Kelusa, Payangan, Ubud, Kabupaten Gianyar
Tiket: Gratis
Jam Buka: 24 Jam

  1. Monkey Forest Ubud

Terdapat sekitar empat kelompok monyet yang berdomisili di tempat wisata Ubud ini.
Monkey Forest Ubud. Image via: catatansianaktengah

Monkey Forest Ubud ini juga dikenal dengan nama Mandala Wisata Wenara Wana. Seperti namanya, tempat ini merupakan habitat yang secara khusus dibuat untuk tempat tinggal para monyet. Bahkan total terdapat sebanyak 340 ekor monyet yang tinggal di hutan ini.

Terdapat sekitar empat kelompok monyet yang berdomisili di tempat wisata Ubud ini. Monyet yang tinggal di sini termasuk adalah monyet ekor panjang yang mempunyai nama latin Macaca fascicularis. Tak hanya itu, Hutan Monyet Ubud ini juga merupakan rumah untuk 115 spesies pohon.

Di sini juga terdapat pura yang disebut dengan nama Candi Pura Dalem Agung Padangtegal atau disebut juga Sacred Monkey Forest Sanctuary. Masyarakat setempat pun kerap melangsungkan upacara khusus di pura yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para hewan. Perayaan itu disebut dengan nama Tumpek Kandang .

Saat berkunjung ke tempat wisata ubud ini, taruhlah barang berharga di dalam tas. Seperti anting-anting, kacamata, ataupun handphone. Jika ingin foto-foto, selalu pegang erat kamera. Barang-barang tersebut akan menarik minat dari kera-kera untuk mengambil.

Alamat:  Jl. Monkey Forest, Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar,
Tiket: 40.000
Jam Buka: 08.30-17.30

  1. Istana Ubud/ Puri Saren Agung

Memasuki gapura paduraksa Istana tempat wisata Ubud ini, pengunjung akan merasakan kemegahan dinding tembok bangunan
Puri Saren Agung. Image via: wowkeren.com

Simak juga: 11 tempat wisata Bantul

Istana Puri Saren Ubud merupakan istana yang menjadi pusat pemerintahan kerajaan Ubud yang berkuasa pada masanya. Keberadaan Istana Puri Saren Ubud masih sangat terjaga dengan baik seperti bentuk aslinya. Istana dipenuhi ornamen ukir khas Bali dapat Anda jumpai di lokasi ini.

Memasuki gapura paduraksa Istana tempat wisata Ubud ini, pengunjung akan merasakan kemegahan dinding tembok bangunan yang terbuat dari batu bata merah setebal 1 meter ini. Berbagai ukiran dan relief menjadi ornamen yang menghiasi setiap dinding puri.

Patung-patung yang berdiri kokoh mengapit setiap pintu masuk, menambah kesan artistik. Pintu-pintu yang terbuat dari kayu juga nampak unik dengan cat warna keemasan yang melapisi setiap ukiran tradisional yang terukir di atasnya.

Pengunjung tempat wisata ubud ini dapat bersantai sejenak di bale-bale. Sembari menikmati keindahan bangunan Istana Puri Saren Ubud. Menikmati keindahan Istana Puri Saren akan semakin lengkap dengan menyaksikan pementasan seni tari.

Pagelaran seni tari dipentaskan bergantian mulai pukul 19.30 WITA. Pada hari Minggu tari Legong Mahabarata. Hari Senin tari Legong. Hari Selasa Tarian Ramayana Ballet. Rabu tari Legong dan Barong. Kamis tari Legong. Jumat tari Barong dan Keris lalu Sabtu  tarian Legong.

Alamat: Jalan Raya Ubud, No 8, Ubud, Gianyar Bali.
Tiket: Gratis
Jam Buka: 08.00-19.00

  1. Hidden Canyon Guwang Beji

Ngarai tempat wisata Ubud ini tersembunyi, sehingga tak heran jika wisatawan asing menyebutnya hidden canyon alias ngarai tersembunyi.
Hidden Canyon Guwang Beji. Image via: virustraveling.com

Hidden Canyon Beji Guwang sebenarnya adalah nama sebuah ngarai yang berada di wilayah desa guwang, Gianyar, Bali. sementara kata “Beji” sendiri bermakna “Pancuran Air” yang terdapat di sungai dan sangat disakralkan serta dijaga kecusiannya oleh warga sekitarnya.

Ngarai tempat wisata Ubud ini tersembunyi, sehingga tak heran jika wisatawan asing menyebutnya hidden canyon alias ngarai tersembunyi. Ngarai ini terbentuk dari kikisan air sungai, berupa lembah yang dalam dan sempit.

Sebelum menjadi obyek wisata, tempat wisata Ubud ini dimanfaatkan oleh penduduk sebagai tempat memancing. Di sekitar aliran sungai di ngarai Beji Guwang terdapat Pura Beji yang terdapat pancuran air yang dimanfaatkan untuk kebutuhan minum warga sekitar.

Airnya yang suci sering digunakan untuk kegiatan upacara keagamaan pura-pura di sekitarnya. Tak heran mengapa lokasi Hidden Canyon Beji Guwang sangat disakralkan dan tidak boleh sembarangan ketika memasukinya.

Hidden Canyon Beji Guwang Sukawati menjadi pilihan untuk berwisata dan semakin populer setelah seorang fotografer yang berasal dari Klungkung mengunggah hasil jepretannya di internet. Foto-foto yang menampilkan keeksotikan alam dan pemandangan yang menawan tersebut membuat banyak orang penasaran untuk datang ke lokasi ini.

Alamat: Jalan Sahadewa, Banjar Wangbung, Guwang, Sukawati, Guwang, Kec. Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali
Tiket: 15.000
Jam Buka: 08.00-17.30

  1. Desa Taro

di tempat wisata Ubud Desa Taro juga ada atraksi wisata baru yang cukup unik dan menarik bagi wisatawan yang datang yakni Trekking Gajah
Desa Taro. Image via: rajabalitrans.com

Simak juga: 11 tempat wisata Madura

Desa Tempat wisata ubud ini begitu unik, selain alam pedesaannya yang masih asri, alami, dan bersih udaranya, juga terdapat binatang Lembu yang dalam kepercayaan penduduk sekitar begitu dikeramatkan. Sebagai binatang pelengkap yang memiliki peran cukup urgen dalam setiap uapacara keagamaan yang sakral.

Desa Wisata Taro ini memiliki alam yang hijau dan asri. Udara yang sejuk serta pepohonan membuat suasana menjadi rindang. Serta rumah penduduk dengan ciri khas rumah tradisional Bali. Selain menikmati suasana alam, para pengunjung juga dapat belajar banyak hal dari desa ini.

Desa Taro terletak 6 km utara Pujung, memiliki pesona alam yang indah karena teras-teras sawah hijau dan udaranya yang sejuk. Selain persawahan ada pula areal perkebunan yang ditanami buah-buahan serta sayuran. Dan ada hutan adat yang memiliki jalur tracking yang cukup menantang.

Selain itu, di Desa Taro juga ada atraksi wisata baru yang cukup unik dan menarik bagi wisatawan yang datang yakni Trekking Gajah. Dimana pengunjung diberikan kesempatan untuk menunggangi Gajah, binatang yang memiliki badan super besar, untuk mengelilingi hutan.

Di Desa Taro Tempat wisata ubud ini terdapat kebun tanaman obat. Ide ini bermula dari warga yang kesulitan mencari beberapa jenis tumbuhan saat mempersiapkan upacara adat. Mereka pun memutuskan untuk mulai menanam bibit tanaman langka.

Alamat: Taro, Tegallalang, Kabupaten Gianyar, provinsi Bali
Tiket: Gratis
Jam Buka: 07.00-18.00

  1. Air Terjun Tegenungan

Saat menuruni anak tangga di tempat wisata ubud ini, pengunjung bisa berfoto di beberapa spot selfie.
Air Terjun Tegenungan. Image via: @wisatakuliner.xyz

Dari ketinggian, Air Terjun Tegenungan terlihat sangat eksotis. Diapit oleh alam yang hijau dan asri, udaranya pun sejuk. Perpaduan hijaunya alam dan beningnya air menciptakan harmonis alam yang memikat. Inilah tempat wisata Bali yang instagramable.

Untuk menuju ke air terjun tempat wisata Ubud ini , harus turun ke bawah melewati puluhan anak tangga yang meliuk-liuk. Tenang saja, tangganya telah ditembok dan dipagar. Lokasi air terjun ini sangat terkelola dengan baik.

Saat menuruni anak tangga di tempat wisata ubud ini, pengunjung bisa berfoto di beberapa spot selfie. Spot itu sengaja dibuat, seperti sarang burung dan akar berbentuk love. Juga dari ketinggian, pengunjung bisa melihat derasnya aliran air terjun.

Air Terjun Tegenungan memiliki ketinggian sekitar 15 meter dengan aliran yang cukup deras. Dari kejauhan saja pengunjung bisa mendengar gemuruhnya aliran air. Air terjun ini alirannya berasal dari Sungai Tukad Petanu.

Jika cuaca cerah, biasanya aliran tenang dan berair jernih. Di saat ini pengunjung diperbolehkan berenang di kolam air terjun maupun di aliran sungainya. Namun jika musim hujan, terdapat larangan berenang untuk pengunjung. Mereka hanya diperbolehkan untuk berfoto saja.

Alamat: Jl. Ir. Sutami, Kemenuh, Kec. Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali
Tiket: 15.000
Jam  Buka: 06.30-18.30

  1. Goa Gajah

Goa tempat wisata ubud ini dipahatkan pada dinding batu padas keras yang menjorok keluar dari dinding kira-kira 5,75 meter.
Goa Gajah. Image via: nativeindonesia.com

Simak juga: 11 tempat wisata Karanganyar

Tempat wisata Ubud Goa gajah, sebuah situs candi kuno yang didirikan lebih dari 1000 tahun lalu dan berfungsi sebagai tempat suci umat Hindu dan Budha. Selain masih aktif, ada hal unik dari lokasi ini yang tidak dimiliki situs candi lain.

Jika candi umumnya dibuat menjulang tinggi ke angkasa, disini situs candi dibuat masuk ke dalam tebing. Situs ini berbentuk Goa Buatan. Karena keunikan tersebut, UNESCO pun memasukkan Goa Gajah sebagai salah satu daftar tentatif situs warisan dunia yang harus dilindungi.

Goa tempat wisata ubud ini dipahatkan pada dinding batu padas keras yang menjorok keluar dari dinding kira-kira 5,75 meter. Tampak depan di bagian atas mulut goa dipenuhi dengan pahatan berupa sulur daun-daunan, batu karang, kera, babi, dan raksasa.

Dengan bentuk arsitektur yang  unik itu, tidak heran kalau Pura Goa Gajah Bali pun menjadi destinasi yang berhasil menarik perhatian banyak wisatawan. Para pengunjung bisa menyusuri kompleks pura yang terdiri dari dua area utama.

Area pertama terletak di sebelah utara yang merupakan lokasi keberadaan warisan ajaran Siwa. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan patung Ganesha serta Trilingga. Area ini juga menjadi lokasi peribadahan untuk umat Hindu yang ada di Pulau Bali.

Alamat: Desa Bedulu, kecamatan Blahbatuh kabupaten Gianyar, Bali
Tiket: 30.000
Jam Buka: 08.00-17.00

  1. Air Terjun Kanto Lampo

Panorama alam tempat wisata Ubud ini, di sekeliling masih alami. Menawarkan kesunyian dari hiruk pikuk kehidupan kota
Air Terjun Kanto Lampo. Image via: airyrooms.com

Air Terjun Kanto Lampo memiliki pesona alami dikagumi banyak pengunjung. Keberadaanya dekat pemukiman penduduk menjadikan air terjun ini terkesan beda. Jika kebanyakan air terjun berada di kawasan perbukitan dan hutan, Air Terjun Kanto Lampo justru berada di dataran rendah.

Panas akibat sengatan matahari cukup terasa di kulit. Kesejukan baru bisa didapat saat kaki sudah menjejakan ke dasar sungai. Karena di sekitar sungai beberapa pohon besar tumbuh, di sekeliling juga ada perkebunan warga.

Panorama alam tempat wisata Ubud ini, di sekeliling masih alami. Menawarkan kesunyian dari hiruk pikuk kehidupan kota. Keberadaan air terjun di sisi barat sungai ini menyumbang kesegaran. Air yang deras mengalir membawa dampak yang baik untuk kesegaran tubuh dan ketenangan pikiran.

Banyak pengunjung tergugah untuk merasakan kesegaran air yang jatuh dari ketinggian 15 meter ini. Bukan saja wisatawan asing, wisatawan lokal juga turut berbaur menikmati sensasi bermandi dengan air terjun.

Jika diamati lebih dekat, dinding Air tempat wisata Ubud ini agak miring. Sehingga air mengalir tidak serta merta jatuh ke dasar sungai.

Alamat: Banjar Kelod Kangin, Desa Beng, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali
Tiket: 5.000
Jam Buka: 24 jam

  1. Tegalalang Rice Field

Pengunjung tempat wisata ubud ini juga bisa lebih dekat lagi dengan spot wisata ini, dengan menyusuri pematang sawah
Tegalalang Rice Field. Image via: balicheapesttours.com

Simak juga: 11 tempat wisata Kaliurang

Sawah terasering atau sawah berundak di objek wisata Tegalalang ini memang sangat alami. Pemandangan petak-petak sawah bertingkat, terlihat seperti tangga dengan tanaman padinya. Tempat ini juga dikenal dengan nama Ceking Rice Terrace, karena letaknya di dusun Ceking.

Pada setiap saat bertandang ke Tegalalang, mungkin juga nuansanya berbeda. Terutama dengan tanaman padinya. Bisa jadi saat tersebut sedang dalam pengolahan sawah seperti pembajakan, pembibitan, atau bahkan sedang panen raya.

Pemandangan petak sawah terasering di Tegalalang ini spesial. Undakannya lebih tajam dan menarik seperti sebuah tangga alami. Dikelilingi oleh deretan pohon nyiur seolah membingkai kawasan Ceking Rice Terrace, berpadu serasi, tampil lebih cantik, alami dan menawan.

Pengunjung tempat wisata ubud ini juga bisa lebih dekat lagi dengan spot wisata ini, dengan menyusuri pematang sawah. Mengenal lebih dekat dengan tata cara irigasi di Bali yang dikenal dengan nama Subak

Pengunjung tempat wisata ubud ini juga menyaksikan kegiatan para petani serta berphoto dengan mereka yang sedang mengolah garapannya atau yang sedang mencari rumput untuk makanan ternak mereka, sejumlah spot photo selfie juga tersedia di sini.

Alamat: Jl. Raya Tegallalang, Tegallalang, Kec. Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali
Tiket: 10.000
Jam Buka: 08.00-18.00

  1. Bali Pulina Agro Tourism

Dengan mengusung konsep agrowisata, tempat wisata ubud, Bali Pulina menyulap daerah perkebunan kopi menjadi lokasi wisata alami yang menarik
Bali Pulina Agro Tourism. Image via: leonisecret.com

Berkonsep agrowisata, Bali Pulina menyuguhkan sensasi berbeda dalam menikmati secangkir kopi dengan pemandangan alam Ubud. Bali Pulina ini adalah kebun agrowisata kopi dan cokelat khas Bali.

Dengan mengusung konsep agrowisata, tempat wisata ubud, Bali Pulina menyulap daerah perkebunan kopi menjadi lokasi wisata alami yang menarik untuk menjadi tempat hangout, mencari inspirasi, atau berniat mempelajari kopi.

Semua proses pembuatan kopi mulai dari kopi mentah sampai menjadi kopi bubuk siap seduh, dapat ditemui di sini, termasuk juga bisa melihat wujud luwaknya sendiri.

Selesai mini tour, pengunjung dipersilakan turun ke panggung kayu Kembang Kopi Stage. Panggung ini terbuat dari kayu yang dipancangkan ke lembah. Panggung ini cukup luas dan mengerucut, seperti dek perahu.

Dari panggung ini, pengunjung tempat wisata ubud ini bisa minum kopi sambil menikmati pemandangan persawahan terasiring khas Tegalalang, Bali, yang dikenal indah.

Di sini, pelayan menyajikan bermacam-macam minuman untuk dinikmati. Ada 8 cangkir keramik kecil dalam sebuah tatakan. Cangkir-cangkir itu berisi beberapa tester kopi dan teh, terdiri dari lemon tea, ginger tea, ginger coffee, chocolate coffee, pure cocoa, vanilla coffee, dan pure Bali coffee.

Alamat:  Banjar Pujung Kelod, Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang, Gianyar Bali.
Tiket:100.000
Jam Buka: 08.00-19.00

  1. Pasar Kesenian Ubud

Waktu terbaik mengunjungi pasar tempat wisata Ubud ini adalah di pagi hari.
Pasar Kesenian Ubud. Image via: idntimes.com

Simak juga: Indahnya Floating Market Lembang

Barang dagangan yang ada di pasar tradisional Ubud tergolong lumayan berkualitas dengan harga yang relatif murah. Tapi untuk mendapatkan harga murah, pembeli harus pandai dalam menawar. Sebagian besar pedagang mengambil barang dagangan langsung dari pengerajin rumahan. Yang membuat harga barang menjadi lebih murah.

Ada dua wilayah utama di dalam pasar seni tempat wisata Ubud ini. Wilayah barat dan wilayah timur. Wilayah barat pasar, lebih banyak menjual barang dagangan berupa hasil kerajinan seni. Wilayah timur lebih banyak menjual kebutuhan bahan pokok sehari-hari seperti gula, beras dan sembako yang lainnya.

Waktu terbaik mengunjungi pasar tempat wisata Ubud ini adalah di pagi hari. Karena ada kepercayaan orang Bali untuk memperlancar jualan selama satu hari, harus berhasil menjual barang dagangan di pagi hari, walaupun untungnya tipis.

Jadi jika anda ingin berbelanja di Ubud art market dan ingin mendapatkan peluang menawar dengan harga murah, maka sebaiknya anda berkunjung di pagi hari. Selain dapat menawar dengan harga murah saat berkunjung di pagi hari, pasar seni tradisional Ubud juga tidak terlalu ramai pada pagi hari.

Alamat: Jalan Raya Ubud No.35, Ubud, Gianyar, Bali.
Tiket: Gratis
Jam Buka: 04.00-18.00

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment