11 Tempat Wisata di Myanmar, Keindahan Negeri Seribu Pagoda

Tempat wisata di Myanmar tidak bisa dilepaskan dari tinggalan keagamaan yang berhubungan dengan agama Budha. Tanah Seribu Pagoda ini memiliki Pagoda kuno dan indah hampir di setiap sudut negara. Mulai dari yang kecil sederhana, sampai yang besar dan berbahan emas dan permata.


Tempat wisata di Myanmar tidak bisa dilepaskan dari tinggalan keagamaan yang berhubungan dengan agama Budha.
Tempat Wisata di Myanmar. Image via: reddit.com

Sekilas Soal Myanmar

Republik Persatuan Myanmar adalah sebuah negara berdaulat di Asia Tenggara. Myanmar berbatasan dengan India dan Bangladesh di sebelah barat, Thailand dan Laos di sebelah timur dan China di sebelah utara dan timur laut.

Nama “Myanmar” berasal dari kata “Mya” yang artinya “zamrud/mutiara”. Negara ini dapaat disebut dengan zamrud Asia. Myanmar adalah sangat indah.

Kartu kredit card tidak selalu diterima di Myanmar dan di sana jarang ditemukan mesin ATM. Mata uang Myanmar adalah “kyat”

Makanan tradisional yang terkenal di Myanmar adalah Mohinga, yaitu snack yang terbuat dari beras ketan, susu, atau serbuk kacang dan gula sebagai pemanis. Makanan lainnya adalah Ohnnoh Khauk Swe atau mie yang disajikan bersama dengan sup kacang yang dibumbui dengan ayam. Ada juga Kyarsan Chet, semacam sup ayam pedas.

Karena letak lintangnya, Myanmar beriklim tropis, subtropis dan angin musim. Musim di Myanmar terbagi atas tiga macam yaitu, musim hujan, musim kemarau, dan musim kemarau panas . Suhu udara rata-rata 27 derajat celcius dan semakin ke utara semakin dingin.

11 Tempat Wisata di Myanmar

  1. Pagoda Shwedagon

kuil tempat wisata di Myanmar ini dibangun mulai abad ke-6 masehi, ketika sepasang saudara bernama Taphussa dan Bhalikka datang menghadap Raja Okkalapa.
Pagoda Shwedagon. Image via: ursulasweeklywanders.com

Simak juga: tempat wisata di Laos

Shwedagon Pagoda merupakan gabungan dari kuil, stupa, dan patung yang merefleksikan seni arsitektur lebih dari 2500 tahun silam. Konon, kuil tempat wisata di Myanmar ini dibangun mulai abad ke-6 masehi, ketika sepasang saudara bernama Taphussa dan Bhalikka datang menghadap Raja Okkalapa.

Di tengah perjalanan mereka berdagang, kakak-beradik itu bertemu dengan Gautama Buddha yang memberi mereka delapan helai rambutnya. Dari situ, Raja Okkalapa meminta rakyatnya untuk membangun sebuah pagoda dari emas untuk menyimpan baik-baik delapan helai rambut tersebut.

Stupa bagian bawah terbuat dari 8.688 batang emas, ditambah 13.153 batang lagi di stupa bagian atasnya. Pada puncak pagoda ini terdapat 5.448 buah batu berlian, 2.317 batu ruby, 1.065 lonceng emas, serta satu buah berlian 76 karat yang menjadi titik tertinggi Shwedagon Pagoda.

Ketika memasuki Shwedagon Pagoda, warga biasa memutari stupa searah jarum jam. Terdapat beberapa hewan yang menjadi karakteristik hari lahir, mulai dari Minggu hingga Sabtu. Hari Rabu dibagi menjadi dua, yaitu pagi dan malam.

Terdapat empat pintu masuk menuju Kuil tempat wisata di Myanmar ini. Dua di antaranya yaitu pintu Timur dan Selatan menjadi tempat para pedagang buku, suvenir, hingga alat-alat beribadah seperti lilin, dupa, dan bunga.

  1. Kyaiktiyo Pagoda

tinggi batu mencapai 7,6 meter serta diameter sekitar 15 meter. Di atas batu “ajaib” ini dibangun pagoda kecil dengan tinggi sekitar 7 meter.
Kyaiktiyo Pagoda. Image via: atlasobscura.com

Berada di tepi Gunung Kyaiktiyo, Golden Rock menjadi salah satu situs ziarah penting bagi penganut Buddha yang juga menjadi tempat wisata di Myanmar. Batu granit besar yang dari kejauhan terlihat seperti ingin jatuh ini pada bagian atasnya dibangun pagoda.

Legenda tentang sehelai rambut Buddha mengatakan, Sang Buddha dalam salah satu kunjungan memberikan sehelai rambutnya ke pertapa lokal yang dikenal dengan nama Taik Tha. Tapi rambut itu terbang tertiup angin dan terselip di antara batu.

Selama ribuan tahun, Golden Rock menjadi situs ziarah Buddhis terkenal yang ada di negara bagian Mon, Myanmar. Batu ini berada pada ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut, dengan tinggi batu mencapai 7,6 meter serta diameter sekitar 15 meter. Di atas batu “ajaib” ini dibangun pagoda kecil dengan tinggi sekitar 7 meter.

Pemadangan di area tempat wisata di Myanmar saat itu sangat Indah. Sunset yang nyaris sempurna berbalut gradasi warna senja dari kejauhan, sesekali terdengar lonceng pagoda-pagoda yang ada di sekitar tempat itu menjadikan suasana sore itu terasa syahdu.

  1. Kuil Bagan

Pada masa kejayaannya, yaitu antara abad ke-11 dan abad ke -13, kerajaan memerintahkan untuk membangun ribuan kuil di tempat wisata di Myanmar ini.
Kuil Bagan. Image via: roughguides.com

SImak juga: tempat wisata di Kanada

Bagan adalah sebuah kota tua yang terletak di tepi sungai Irrawadi, di wilayah Mandalay, Myanmar. Sejak abad ke-9, Bagan menjadi ibu kota Kerajaan Pagan. Sebagian besar penduduk kerajaan itu adalah Bangsa Burma yang menganut ajaran Buddhisme Theravada.

Pada masa kejayaannya, yaitu antara abad ke-11 dan abad ke -13, kerajaan memerintahkan untuk membangun ribuan kuil di tempat wisata di Myanmar ini. Berdirilah lebih dari 10.000 kuil Budha. Bangunan keagamaan itu menyebar di kota Bagan seluas 13 x 8 km.

Kuil-kuil itu banyak dikunjungi biarawan dan ilmuwan. Ada yang berasal dari Pagan, ada pula yang datang dari India, Sri Langka, dan Kamboja. Mereka belajar agama, tata bahasa, astrologi, kimia, obat-obatan, dan hukum.

Pada tahun 1287, kerajaan Pagan diserbu kerajaan Mongol. Banyak kuil yang roboh. Meskipun demikian, masih banyak biarawan yang berkunjung ke kuil-kuil yang tersisa. Selain itu ada juga kuil yang roboh karena gempa. Sekarang yang masih berdiri kokoh tinggal 2.200 kuil saja.

Beberapa kuil ternama yang biasa dikunjungi oleh pengunjung tempat wisata di Myanmar ini antara lain Ananda Temple, Shwesandaw Temple, Shwe Zigon Temple, dan Htilo Minlo Temple. Di Bagan juga terdapat Golden Palace  serta Bagan Archeological Museum.

  1. Pagoda Kakakku

Di kompleks tempat wisata di MYanmar ini diketahui terdapat sekitar 2.400 buah pagoda yang luar biasa.
Pagoda Kakakku. Image via: lovetravel95

Wisata pagoda belum lengkap jika belum mencoba mendatangi Pagoda Kakakku yang memiliki pesona ribuan pagoda. Dari Danau Inle, wisatawan hanya perlu menempuh perjalanan selama 2 jam untuk bisa menjangkau lokasi satu ini.

Di kompleks tempat wisata di Myanmar ini diketahui terdapat sekitar 2.400 buah pagoda yang luar biasa. Jika ingin mengetahui lebih dalam tentang sejarah di balik pagoda, pengunjung bisa menyewa seorang pemandu untuk menemani menjelajahi kompleks.

Karena belum terlalu ramai pengunjung, maka tempat ini pas bagi yang ingin berlibur di tempat sepi namun memiliki panorama indah. Pengunjung disarankan untuk mengenakan sandal jepit saja sebab alas kaki perlu dibuka saat berada di area stupa.

Pengunjung tempat wisata di Myanmar ini dikenakan biaya masuk sebesar $8 atau sekitar Rp 107 ribu.

Terdapat sebuah pasar di bagian depan kompleks pagoda dan pengunjung bisa membeli teh serta kacang-kacangan Myanmar dengan harga kurang lebih K5000 atau sekitar Rp 54 ribu.

  1. Desa Indein

Tradisi warga di desa tempat wisata di Myanmar ini menyatakan, Stupa itu berasal dari abad ketiga sebelum Masehi,
Desa Indein. Image via: pixels.com

SImak juga: tempat wisata di Brunei Darussalam

Di bagian barat danau di dekat Desa Inn Tain Kone terdapat kompleks stupa Shwe Inn Tain atau dikenal juga sebagai Indein. Menurut sejarah, bangunan suci umat Buddha ini berasal dari abad ketiga sebelum Masehi.

Tradisi warga di desa tempat wisata di Myanmar ini menyatakan, Stupa itu berasal dari abad ketiga sebelum Masehi, ketika Raja Thiri Dhammasoka yang hidup dan bertahta pada 273 – 232 SM.

Untuk mencapai kompleks stupa ini, dari tepi sungai tempat perahu ditambatkan pengunjung berjalan melewati perumahan penduduk sampai menemukan pintu masuk menuju koridor dengan pilar-pilar tinggi berwarna putih dikedua sisinya.

Yang menyenangkan, di desa dengan bangunan tua dan hutan ini ada penjaja makanan dan souvenir.  Beberapa  rumah makan yang layak untuk dikunjungi, menyajikan menu yang lezat dan harga terjangkau. Ada beberapa toko di sana yang menjual kerajinan khas Myanmar.

Di desa tempat wisata di Myanmar ini juga terdapat mitos-mitos yang membuat nuansa  petualangan semakin seru, seperti adanya ular naga dan Chinthes. Selain merasakan sensasi mistik yang kuat, pengunjung  juga dapat menyusuri sekitar desa menggunakan perahu dan berlayar di Danau Inle.

  1. Reruntuhan Mrauk U

Tempat wisata di Myanmar berupa Reruntuhan kota kuno yang memiiki kekayaan sejarah dan pemandangan luar biasa ini bisa nyaris tak dikenal oleh dunia.
Reruntuhan Mrauk U. Image via: thecrazytourist.com

Mrauk U terbentang di perbukitan Rakhine, Myanmar barat. Tempat wisata di Myanmar berupa Reruntuhan kota kuno yang memiiki kekayaan sejarah dan pemandangan luar biasa ini bisa nyaris tak dikenal oleh dunia. Padahal dulunya ini adalah kota terpenting bagi kekaisaran Arakan.

Mrauk U menjadi jujukan para pedagang Portugis, Belanda, Prancis. Juga menjadi tempat berlindung para bangsawan Mughal dan Bengal. Mrauk U didirikan oleh Min Saw Mon pada tahun 1430. Di masa kejayaannya, kerajaan tersebut menguasai sebagian wilayah Bangladesh dan Myanmar.

Menurut legenda, di Mrauk U terdapat lebih dari 6.000 kuil pernah berdiri berbagai bentuk desain yang berbeda. Tapi kondisi cuaca yang keras dan dinasti yang jatuh telah membuat Kerajaan Rakhine menjadi reruntuhan, yang kini hanya tinggal 700 pagoda atau kuil saja.

Hingga kini, pagoda di tempat wisata di Myanmar itu masih digunakan sebagai tempat pemujaan. Bahkan, kekayaan pagoda dan kuil yang berada di Mrauk U ini menempati peringkat ke dua setelahan Bagan.

Sepinya Mrauk U disebabkan karena lokasinya yang sulit diakses. Satu-satunya alat transportasi yang bisa digunakan untuk mencapai tempat ini adalah perahu. Perjalanan memakan waktu tujuh sampai delapan jam.

  1. Goa Pindaya

Gua tempat wisata di Myanmar ini dipenuhi patung Buddha keemasan dalam berbagai ukuran. Setidaknya ada 8.000 patung yang bisa ditemukan di altar-altar kapur Gua Pindaya.
Goa Pindaya. Image via: tripadvisor.com.au

Simak juga: tempat wisata di Los Angeles

Gua tempat wisata di Myanmar ini merupakan gua kapur alami yang terletak di atas bukit. Gua Pindaya dipenuhi stalakmit yang menakjubkan. Tetapi bukan itu saja yang menjadikan gua ini sebagai tujuan wisata populer.

Gua ini dipenuhi patung Buddha keemasan dalam berbagai ukuran. Setidaknya ada 8.000 patung yang bisa ditemukan di altar-altar kapur Gua Pindaya. Tradisi peletakan patung Buddha di dalam gua bisa ditelusuri hingga ke tahun 1750. Ditengarai gua ini dulunya merupakan tempat peribadatan penting bagi umat Buddha.

Nama Pindaya sendiri konon berasal dari kalimat “Pinku Ya-Pyi!” yang berarti “Aku mendapatkan laba-labanya!”. Kalimat ini berkaitan erat dengan legenda yang dipercaya masyarakat setempat.

Konon gua ini dulunya dihuni oleh seekor laba-laba raksasa yang jahat. Laba-laba ini menculik tujuh orang putri yang sedang mandi di dekat gua. Kemudian para putri ini diselamatkan oleh Pangeran Kummabhaya dari Yawnghwe. Sang pangeran mengalahkan laba-laba tersebut dan membebaskan para putri.

Sekarang di pintu masuk gua tempat wisata di Myanmar ini dipasang patung laba-laba dan Pangeran Kummabhaya yang memegang busur serta anak panah sebagai pengingat tentang asal-usul nama gua

  1. Sungai Irrawaddy

Sungai Irwandy tempat wisata di Myanmar ini dapat dilayari pada sebagian besar dari panjangnya.
Sungai Irrawaddy. Image via asiapreciousjunction.com

Irrawaddy membagi dua Burma, naik di antara gletser Himalaya dan mengalir dengan bebas sejauh 1.348 mil melintasi dataran aluvial yang luas ke Samudra Hindia. Sungai tempat wisata di Myanmar ini dapat dilayari pada sebagian besar dari panjangnya.

Setiap hari, pagi di sungai Irwandy dimulai dengan suara nyanyian renungan dari biara-biara di tepi sungai. Sebuah alaram pagi paling indah di dunia. Di bagian tengahnya, Irrawaddy memiliki lebar setengah mil dan kedalaman hanya beberapa meter.

Perairannya tempat wisata di Myanmar ini menjalar di sekitar pulau-pulau pasir di mana para petani menanam kacang tanah dan wijen. Terlihat para wanita memukulkan kain mencuci di batu tepi sungai. Peserta pelayaran akan melewati feri lokal yang sarat dengan penumpang dan kargo.

Di luar Katha sungai menyempit untuk melewati serangkaian suara alamyang bergema. Terdengar suara alam berupa kicau burung dan owa di pohon-pohon yang berhiaskan dengan anggrek langka. Jika beruntung, pengunjung akan melihat lumba-lumba sungai langka bermain di belakang kapal.

  1. Pantai Ngwe Saung

Pantai Ngwe Saung yang merupakan salah satu tempat wisata di Myanmar paling indah. Berlokasi di Ayeyarwaddy, tempat ini terdapat banyak penginapan dan resort.
Pantai Ngwe Saung. Image via: lonelyplanet.com

SImak juga: tempat wisata di Amerika

Pantai Ngwe Saung yang merupakan salah satu tempat wisata di Myanmar paling indah. Berlokasi di Ayeyarwaddy, tempat ini terdapat banyak penginapan dan resort. Laut biru serta warna keperakan pada butiran pasirnya menambah sisi sempurna dari pantai ini.

Salah satu lokasi yang harus dikunjungidi tempat wisata di Myanmar ini adalah Pulau Lovers. Untuk dapat menyeberang ke pulau, bisa menunggu sampai air laut surut dan berjalan kembali ke pantai sebelum air pasang.

Di Pulau Lovers bisa menemukan patung putri duyung, patung dari orang yang pernah bersemedi di sana. Pengunjung juga bisa mendaki bukit kecil melaui tangga. Dari ketinggian, pengunjung bisa menikmati pemandangan pantai dan laut.

Harga makanan di Ngwe Saung mungkin sedikit lebih mahal daripada Yangon, tapi makanan laut di sana fresh dan enak. Kalau mencoba nasi campur khas Myanmar, bisa memilih satu lauk dan satu set masakan akan diantar berupa sup, sayur seperti lalapan, sayur tumis, sambal ikan, sambal, nasi.

Pengunjung pantai tempat wisata di Myanmar ini hanya akan dikenakan biaya masuk sebesar $5 atau sekitar Rp 70 ribu.

  1. Danau Inle

Danau Inle akan menjadi salah satu tempat wisata di Myanmar yang patut dikunjungi.
Danau Inle. Image via: dustinmain.com

Danau Inle akan menjadi salah satu tempat wisata di Myanmar yang patut dikunjungi. Danau air tawar yang sangat luas ini memang menawarkan berbagai keindahan. Di satu sisi, Inle dihiasi deretan pagoda putih yang tampak seperti mengambang di permukaan air.

Di sisi lain terdapat kampung terapung dengan kebun-kebun di permukaan air yang menjadi ciri khas. Sebagian besar warga suku Intha tinggal di rumah panggung dari kayu yang dibangun di atas permukaan air. Seluruh kehidupan warga praktis berhubungan dengan perairan Danau Inle.

Karena mata pencaharian utama suku Intha adalah bercocok tanam, mereka mengembangkan metode bertani unik, yaitu dengan membuat kebun terapung. Warga membuat kebun-kebun ini dari rumput laut. Rumput-rumput tersebut dijadikan petak-petak lahan basah.

Perahu sederhana dari kayu merupakan alat transportasi yang umum dipakai oleh penduduk di tempat wisata di Myanmar ini. Mereka tidak mendayung menggunakan tangan, tetapi menggunakan kaki. Satu kaki menjejak di perahu, sementara kaki yang lain dililitkan di dayung.

  1. Pasar Bogyoke Aung San

. Bogyoke tidak hanya memiliki desain unik bangunan khas Eropa, tapi kebersihannya juga patut diacungi jempol. Lingkungan bersih dan penuh souvenir.
Pasar Bogyoke Aung San. Image via: evivatour.com

Simak juga: tempat wisata di New Zealand

Pasar Bogyoke Aung San merupakan salah satu pusat souvenir terbesar di Yangon. Tempat wisata di Myanmar ini dibangun pada tahun 1926 oleh James G Scott dan sempat disebut sebagai pasar Scott. Saat Myanmar merdeka namanya diubah menjadi Bogyoke Aung San market.

Bangunan pasar di Myanmar ini memiliki corak kolonial Inggris. Pasar Bogyoke ini pun masuk kedalam daftar warisan budaya Yangon yang memiliki arsitektur unik khas bangunan Eropa. Cocok untuk jalan- jalan selain belanja oleh-oleh dan jelajah tempat wisata di Myanmar.

Kendati namanya pasar, tapi pengunjung Tempat wisata di Myanmar ini akan nyaan selama berada di sini. Bogyoke tidak hanya memiliki desain unik bangunan khas Eropa, tapi kebersihannya juga patut diacungi jempol. Lingkungan bersih dan penuh souvenir.

Pasar ini menjual berbagai macam pernik ala Myanmar. Kebanyakan adalah batuan mulia, aksesori, lacquerware, dan longyi, baju tradisional Myanmar. Jika ingin membeli batu mulia seperti rubi ataupun permata, tanyakan dulu ke penjualnya apakah toko mereka bersertifikat.

Hati-hati karena banyak yang menjual tiruannya di pasar ini. Jika memang ingin tiruan, maka harga yang ditawarkan memang lebih murah daripada yang asli.

Baca juga:

Artikel lainnya:

Leave a Comment