Gunung Parang, Pendakian Rekreasi Di Jalur Ferrata Tertinggi di Asia Tenggara

Gunung Parang adalah gunung pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan jalur Ferrata. Selain itu, siapa sangka ternyata Gunung ini merupakan gunung dengan jalur Ferrata tertinggi di Asia Tenggara. Hal ini tentu saja menjadikan lokasi ini sebagai area yang wajib dikunjungi oleh para pendaki.

Gunung Parang adalah gunung pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan jalur Ferrata. Gunung ini merupakan gunung dengan jalur Ferrata tertinggi di Asia Tenggara
Gunung Parang. Image via: gogonesia.com

Di sisi lain, lokasi menyediakan sebuah gunung dengan medan yang terjal untuk didaki. Meskipun ketinggian gunung ini tidak setinggi gunung-gunung yang ada di Jawa, namun jalur yang akan dilalu para pendaki cukup terjal serta menantang.

Kemudian, lokasi ini pun mulai mngusung konsep fun climbing bagi semua kalangan. Maka dari itu Gunung ini dilengkapi dengan Jalur Via Ferrata sebagai pilihan pendakian yang bisa digunakan oleh para pendaki. Pendakian via ferrata pada dasarnya sama dengan pendakian normal dimana pendaki akan bergelantung menggunakan tali. Hanya saja yang membedakan pendaki akan dibantu dengan besi-besi yang menancap pada batuan tebingnya.

Selain melakukan pendakian, pengunjung juga bisa mencoba sensasi berbeda dengan bermalam di penginapan atau hotel gantung. Hotel ini sangat lah unik karena letaknya yang seakan menempel pada dinding tebing. Selain itu pengunjung tak perlu merasa khawatir akan keamanan hotel ini karea hotel ini dikelola oleh perusahaan yang ahli di bidangnya.

Selain fasilitas-fasilitas yang dihadirkan tadi pengunjung juga akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang begitu indah. Bahkan pada saat mencapai puncaknya pengunjung akan dibuat oleh pemandangan waduk jatiluhur yang nampak dari kejauhan.

 

penglaman mendaki ferrata di gunung parang benar benar spesialdi tebing batu
Di tebing Batu Gunung parang. Image via: gogonesia.com

Simak juga: Lokasi Wisata Seputaran Purwakarta

Lokasi Gunung Parang

Gunung Parang berada di Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta, Jawa Barat

Rute Menuju Gunung Parang

Gunung parang diamati Dari kejauhan. gagah menjulangs etinggi 400 meter
Dari kejauhan. Image via: @rdr_aerial

Meskipun lokasi gunung parang cukup jauh dari pusat kita Purwakarta, namun untuk mencapainya cukup mudah. Para pengunjung bisa memulai perjalanan dari tol Purbaleunyi dan keluar di gerbang jatiluhur. Setelah keluar tol pengunjung bisa melanjutkan perjalanan melalui jalur Arteri Sulatani.

Selanjutnya, teruskan ke kawasan Cilalawi hingga menuju Desa Tajur. Dari posisi ini pengunjung tinggal menyusuri jalan mengikuti papan penujung yang tersedia hingga sampai ke basecamp Gunung Parang.

Gapura Selamat datang di base camp pendakian gunung parang
Gapura Selamat datang. Image via: @gunungparang_badega

Simak juga: Jejak peradaban Misterius di Gunung Padang

Jam Buka Gunung Parang

Objek wisata Gunung parang buka 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Namun demikian pendakian malam hari sebaiknya hanya dilakukan oleh profesional saja. Sementara pendaki rekreasi, sebaiknya memilih saat hari masih terang.

Tiket Gunung Parang

Sebelum melakukan pendakian, pengunjung terlebih dahulu harus membayar biaya tiket masuk sebesar Rp 5.000 per orang. Kemudian, tarif untuk pendakian berkiasr antara Rp. 150.000 hingga Rp. 750.000, tergantung fasilitas yang hendak dipakai.

Fasilitas Hotel Gantung gunung Parang.
Fasilitas Hotel Gantung gunung Parang. Image via: akurat.co

Fasilitas Gunung Parang

Di wisata Gunung Parang sudah dilengkapi fasilitas lengkap dan cukup memadai. Di area base camp sudah terdapat lokasi parkir, serta toilet umum. Ada juga warung-warung kecil dengan beragam camilan dan minuman.

Berbagai fasilitas dan perlengkapan mendaki pun tersedia di sini. Operator aktivitas outdoor menawarkan berbagai jasa penyewaan fasilitas pendakian serta memanjat tebing. Di samping itu, disiapkan juga seorang pemandu untuk memastikan pendakian agar terasa lebih aman.

Gunung Parang juga dilengkapi dengan akomodasi ‘hotel gantung’ dengan ketinggian 400-900 meter. Untuk bisa menginap di hotel ini, pengunjung perlu merogoh kocek sekitar Rp 3.000.000 hingga Rp 4.000.000 per malam.

Daya Tarik Gunung Parang

  1. Pesona Puncak Gunung Parang

Di Puncak Batu Gunung Parang
Di Puncak Gunung Batu. Image via: @gunungparang_badega

Simak juga: Berburu Foto Instagramable di bukit kukusan

Pada saat mencapai puncak, pengunjung akan dibuat terpaku oleh keindahan pemandangan yang memukau. Meskipun puncak gunung parang tidak terlalu luas, namun pemandangan yang dihadirkan sangatlah luas. Bahkan dari atas sini pengunjung bisa menyaksikan pemandangan sungai Citarum serta waduk Jatiluhur.

Tak ketinggalan juga gunung-gunung batu andesit seperti Gunung Bongkok dan Gunung Lembu. Keduanya tampak gagah. Menariknya lagi, pendakian dini hari dan pada saat cuaca cerah akan mendapat bonus pemandangan sunrise dari pinggir tebing. Benar-benar momen yang tidak akan terlupakan.

Daya tarik lain selain view gunung dan panjat tebing, ada satu lagi yang unik di wisata ini. Gunung Parang juga menawarkan aktivitas wisata seru lain seperti tyrolean traverse. Tyrolean traverse merupakan aktivitas menyeberang puncak menggunakan seutas tali. Selain itu, pengunjung juga bisa membentangkan hammock pada tali untuk menikmati suasana alam dari ketinggian.

melihat jatiluhur dari ketinggian gunung parang
Melihat Jatiluhur. Image via: triptrus.com

Untuk dapat menikmati indahnya pesona alam gunung ini, tentunya pengunjung harus mendaki. Pendakian gunung ini sangat berbeda dengan jenis pendakian gunung lainnya. Karena pada umumnya pendakian akan memakan waktu lama dengan membawa carrier.

Di gunung ini, selain pendakian biasa. Pengunjung juga perlu melakukan penanjakan di sebuah tebing. Cukup berbahaya dan menantang. Oleh karena itu, pengunjung wajib menggunakan segala perlengkapan keselamatan saat pendakian.

Pengunjung harus memakai helm, seat harness, carabiner, serta sarung tangan yang telah disediakan operator. Selain itu, tiap tim pendakian juga akan dipandu oleh seorang pemandu lokal.

  1. Pendakian via Ferrata

mendaki gunung parang via ferrata
Via ferrata. Image via: beepdo.com

Simak juga: Mengunjungi lumba lumba di Batang Dolphin Center

Salah satu jalur pendakian yang bisa digunakan oleh para pendaki adalah pendakian via ferrata yang melalui kampung Cihuni -> kampung Cirangkong -> Desa Pesanggrahan.  Pendakian ini pun terbilang aman untuk dilalui oleh pendaki segala usia.

Sebagai informasi, pendakian via ferrata merupakan jalur pendakian yang menggunakan pijakan yang terbuat dari besi. Kemudian, besi-besi tersebut ditanam ke permukaan tebing yang berbatu. Dengan medtode seperti ini pendaki akan semakin dimudahkan ketika melakukan pendakian.

Meski sudah ada anak tangga besi, namun karakteristik jalur ini cukup beragam. Pengunjung akan temukan jalur menanjak dengan kemiringan tajam sampai jalur berbelok serta berjalan ke sisi samping gunung. Jadi tetap fokus dan waspada tetap diperlukan.

Setelah melakukan panjat tebing sekitar satu jam, pengunjungakan sampai di titik ketinggian 100 meter. Dari titik ini pengunjungbisa beristirahat, melihat pemandangan indah bahkan berfoto. Jika ingin ke jalur lebih tinggi, waktu yang dibutuhkan akan lebih lama sampai 2 jam.

  1. Pendakian via Taraje

mendaki gunungparang via jalinan kayu dan akar
Via Teraje. Image via: badegaparang

Selanjutnya, para pendaki bisa menggunakan pendakian via taraje. Taraje sendiri dalam bahasa sunda memiliki makna tangga. Maka dari itu pada saat menalalui jalur ini pendaki akan meniti tangga yang dibuat dari akar serta ranting pohon. Tangga ini pun sudah dilengkapi pegangan yang membuat para pendaki merasa nyaman dan aman.

Tangga ini dibuat sebagai sarana untuk memudahkan pendakian. Dikarenakan kemiringan tebing cukup curam mencapai 75 derajat. Bila menggunakan rute ini, pendaki bisa memulai pendakian melewati area hutan dan selanjutnya masuk ke area yang terdapat batu-batu besar. Dari kawasan itu trek pendakian akan mulai menanjak dan curam.

Hingga di ujung pendakian pengunjung akan mendapati sebuah kawasan tebing dengan tangga menempel di sisi tebing. Dari tebing tersebut, pengunjung akan menuju puncak Gunung Parang dengan ketinggian 983 m ini.

Keindahan Gunung parang
Keindahan Gunung. Image via: traveloka.com

Simak juga: Bersihnya pasir pantai Wates rembang

Tips Mengunjungi Gunung Parang

Kegiatan mendaki gunung terbilang merupakan aktivitas yang menantang serta ekstrim. Maka dari itu persenjatailah diri dengan peralatan yang bisa menjamin keamanan seperti sarung tangan, sepatu dan lainnya. Selain itu, jangan lupa melakukan pemanasan sebelum mendaki sebagi antisipasi keram pada saat mendaki. Dan yang paling penting bawalah kotak p3k sebagi jaga-jaga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Bersantai di hammock salas atu cara menikmati alam gunung aprang
Hammock. Image via: @gunungparang_badega

Simak juga: Tirto Arum, oasenya jalur pantura

Objek Wisata Dekat Gunung Parang

Masih di sekitar tepian Waduk Jatiluhur, Purwakarta memiliki gunung indah lainnya, yaitu Gunung lembu. Gunung ini punya makam keramat dan juga pemandangan indah Waduk Jatiluhur dari atas ketinggian. Penamaan Gunung Lembu kepada gunung ini, karena dari kejauhan, gunung tampak seperti sapi yang sedang duduk.

Gunung lain di area yang berdekatan adalah Gunung Bongkok. Dengan ketinggian kurang lebih 975 mdpl, Pendakian Gunung Bongkok dapat ditempuh  kurang lebih 1 jam saja. Di puncak, pengunjung bisa meliat beberapa gunung lain dan Waduk Jatiluhur.

Bagaimana dengan informasi seputar Gunung Parang yang telah kami bagikan? Semoga bisa menjadi panduan pada saat berkunjung ke sana. Yang terpenting ialah untuk selalu menjaga kebersihan dan kelestarian dari setiap tempat wisata alam yang dikunjungi .

Semangat selalu!


Leave a Comment