Gunung Parang, Pendakian Rekreasi Di Jalur Ferrata Tertinggi di Asia Tenggara

Gunung Parang adalah gunung pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan jalur Ferrata. Gunung ini merupakan gunung dengan jalur Ferrata tertinggi di Asia Tenggara.

Gunung Parang adalah gunung pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan jalur Ferrata. Gunung ini merupakan gunung dengan jalur Ferrata tertinggi di Asia Tenggara
Gunung Parang. Image via: gogonesia.com

Gunung Parang merupakan gunung batu andesit yang mempunyai titik kulminasi 963 meter di atas permukaan laut. Gunung Parang terdiri dari tiga puncak yang masing-masing memiliki perbedaan ketinggian.

Untuk merasakan sensasi di Gunung Parang, pengunjung cukup datang ke Kampung Badega Gunung Parang. Pasalnya, kampung itu mengakomodir kebutuhan para pemanjat tebing, sekaligus menjadi akses untuk memulai pemanjatan.

Karena ingin memperkenalkan konsep fun climbing untuk semua kalangan, Gunung Parang dilengkapi dengan jalur via ferrata sebagai alternatif trekking+climbing. Agar aman, Sling dan carabiner tetap dipersiapkan sebelum pengunjung memulai pemanjatan.

Bagi pengunjung yang takut uuntuk panjat tebing, Gunung Parang pun menawarkan jalur pendakian yang terbilang menantang. Meski tidak setinggi kebanyakan gunung di pulau Jawa, namun tingkat kesukaran pendakian Gunung Parang tidak bisa diremehkan.

penglaman mendaki ferrata di gunung parang benar benar spesialdi tebing batu
Di tebing Batu Gunung parang. Image via: gogonesia.com

Simak juga: Lokasi Wisata Seputaran Purwakarta

Lokasi Gunung Parang

Wisata Gunung Parang terletak di Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwar, Purwakarta, Jawa Barat

Lokasi ini sekitar 28 km dari kota Purwakarta dan 79 km dari Bandung. Untuk mencapai tempat ini, Pengunjungbisa memilih salah satu dari dua jalur alternatif.

Rute Menuju Gunung Parang

Untuk dapat mencapai Gunung Parang, berbagai pilihan transportasi dapat digunakan oleh para pengunjung. Jika membawa kendaraan pribadi dari Jakarta, arahkan masuk ke jalan Tol Cipularang. Setelah menyusuri jalan tol, jangan sampai terlewat untuk keluar di pintu tol Ciganea/Jati Luhur.

Setelah keluar, pengunjung akan bertemu pertigaan jalan, belokan kemudi mobil ke arah Plered, Purwakarta. Setelah berada di jalan menuju Plered, terdapat dua pilihan jalan untuk dapat tiba di Gunung Parang.

Gunung parang diamati Dari kejauhan. gagah menjulangs etinggi 400 meter
Dari kejauhan. Image via: @rdr_aerial

Yang pertama adalah melewati Cilalawi, Pasar Warung Panjang dan yang kedua adalah Pasar Plered Pilihan jalur pertama terdapat di persimpangan pasar Warung Panjang melewati medan yang berkelok-kelok sejauh hampir 15-16 kilometer dengan medan yang menanjak dan berkelok-kelok di perbukitan.

Sementara jalur kedua adalah melewati Pasar Plered dan kemudian melewati penambangan batu hingga tiba di Gunung Parang. Jalur kedua ini dapat ditemui sekitar lima kilometer setelah jalur persimpangan Pasar Warung Panjang.

Jika ingin menggunakan transportasi umum, bisa naik bus tujuan Purwakarta yang melewati Tol Cipularang. Kemudian turunlah di Pintu Tol Ciganea/Jati Luhur dan disambung angkutan umum jurusan Purwakarta-Plered yang berwarna hijau. Turun di Pasar Plered dan sambung dengan angkutan desa ke arah Kampung Cihuni.

Gapura Selamat datang di base camp pendakian gunung parang
Gapura Selamat datang. Image via: @gunungparang_badega

Simak juga: Jejak peradaban Misterius di Gunung Padang

Angkutan umum jurusan Ciganea-Plered tersedia 24 jam dengan harga tarif Rp 6.000 per orang. Hal yang perlu diperhatikan adalah angkutan menuju Gunung Parang. Jam keberangkatan terakhir dari Pasar Plered adalah pukul 17.00 WIB dengan tarif seharga Rp 12.000.

Jam Buka Gunung Parang

Objek wisata Gunung parang buka 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Namun demikian pendakian malam hari sebaiknya hanya dilakukan oleh profesional saja. Sementara pendaki rekreasi, sebaiknya memilih saat hari masih terang.

Tiket Gunung Parang

Untuk bisa masuk ke lokasi wisata Badega Gunung Parang, pengunjung perlu membayar tiket dengan harga Rp 5.000 per orang.

Sedangkan jika hendak memanjat dan menggunakan fasilitas di jalur pendakian, maka pengunjung harus membayar tarif yang berbeda-beda. Mulai dari Rp. 150.000 hingga Rp. 750.000, tergantung pada pilihan fasilitas yang hendak digunakan.

Fasilitas Hotel Gantung gunung Parang.
Fasilitas Hotel Gantung gunung Parang. Image via: akurat.co

Fasilitas Gunung Parang

Di wisata Gunung Parang sudah dilengkapi fasilitas lengkap dan cukup memadai. Di area base camp sudah terdapat lokasi parkir, serta toilet umum. Ada juga warung-warung kecil dengan beragam camilan dan minuman.

Berbagai fasilitas dan perlengkapan mendaki pun tersedia di sini. Operator aktivitas outdoor menawarkan berbagai jasa penyewaan fasilitas pendakian serta memanjat tebing. Di samping itu, disiapkan juga seorang pemandu untuk memastikan pendakian agar terasa lebih aman.

Gunung Parang juga dilengkapi dengan akomodasi ‘hotel gantung’ dengan ketinggian 400-900 meter. Untuk bisa menginap di hotel ini, pengunjung perlu merogoh kocek sekitar Rp 3.000.000 hingga Rp 4.000.000 per malam.

Daya Tarik Gunung Parang

  1. Pesona Puncak Gunung Parang

Di Puncak Batu Gunung Parang
Di Puncak Gunung Batu. Image via: @gunungparang_badega

Simak juga: Berburu Foto Instagramable di bukit kukusan

Puncak Gunung Parang tidak terlalu luas. Namun, pemandangan dari puncak sangatlah indah. Akan terlihat lanskap Kota Purwakarta dihiasi hamparan persawahan hijau dan permukiman warga. Dari kejauhan juga akan terlihat view Sungai Citarum serta Waduk Jatiluhur.

Tak ketinggalan juga gunung-gunung batu andesit seperti Gunung Bongkok dan Gunung Lembu. Keduanya tampak gagah. Menariknya lagi, pendakian dini hari dan pada saat cuaca cerah akan mendapat bonus pemandangan sunrise dari pinggir tebing. Benar-benar momen yang tidak akan terlupakan.

Daya tarik lain selain view gunung dan panjat tebing, ada satu lagi yang unik di wisata ini. Gunung Parang juga menawarkan aktivitas wisata seru lain seperti tyrolean traverse. Tyrolean traverse merupakan aktivitas menyeberang puncak menggunakan seutas tali. Selain itu, pengunjung juga bisa membentangkan hammock pada tali untuk menikmati suasana alam dari ketinggian.

melihat jatiluhur dari ketinggian gunung parang
Melihat Jatiluhur. Image via: triptrus.com

Untuk dapat menikmati indahnya pesona alam gunung ini, tentunya pengunjung harus mendaki. Pendakian gunung ini sangat berbeda dengan jenis pendakian gunung lainnya. Karena pada umumnya pendakian akan memakan waktu lama dengan membawa carrier.

Di gunung ini, selain pendakian biasa. Pengunjung juga perlu melakukan penanjakan di sebuah tebing. Cukup berbahaya dan menantang. Oleh karena itu, pengunjung wajib menggunakan segala perlengkapan keselamatan saat pendakian.

Pengunjung harus memakai helm, seat harness, carabiner, serta sarung tangan yang telah disediakan operator. Selain itu, tiap tim pendakian juga akan dipandu oleh seorang pemandu lokal.

  1. Pendakian via Ferrata

mendaki gunung parang via ferrata
Via ferrata. Image via: beepdo.com

Simak juga: Mengunjungi lumba lumba di Batang Dolphin Center

Terdapat beberapa alternatif pendakian gunung ini. Salah satunya adalah Jalur pendakian via Ferrata. Dengan jalur ini pengunjungakan melalui Kampung Cihuni/ Kampung Cirangkong dna kemudian Desa Pesanggrahan.

Pendakian Ferrata ini terbilang sangat aman dilakukan pengunjung dari segala usia. Pengunjungpun bebas menggunakan jalur ketinggian yang diinginkan. Ada dengan ketinggian 100 m, 300 m, 500 m, sampai 700 m.

Jalur pendakian via Ferrata merupakan jalur pendakian memanjat menggunakan pijakan terbuat dari besi-besi baja. Besi baja tersebut ditanam di permukaan batuan tebing. Sehingga aman digunakan dan dapat memudahkan pendakian.

Meski sudah ada anak tangga besi, namun karakteristik jalur ini cukup beragam. Pengunjung akan temukan jalur menanjak dengan kemiringan tajam sampai jalur berbelok serta berjalan ke sisi samping gunung. Jadi tetap fokus dan waspada tetap diperlukan.

Setelah melakukan panjat tebing sekitar satu jam, pengunjungakan sampai di titik ketinggian 100 meter. Dari titik ini pengunjungbisa beristirahat, melihat pemandangan indah bahkan berfoto. Jika ingin ke jalur lebih tinggi, waktu yang dibutuhkan akan lebih lama sampai 2 jam.

  1. Pendakian via Taraje

mendaki gunungparang via jalinan kayu dan akar
Via Teraje. Image via: badegaparang

Alternatif berikutnya untuk dapat sampai ke puncak gunung adalah dengan melewati jalur Taraje. Jalur pendakian ini terbilang baru dengan melalui sisi selatan. Kata “taraje” merupakan bahasa Sunda berarti tangga.

Maksudnya, jalur pendakian via Taraje akan membawa pengunjung melewati jalur berupa tangga. Tangga tersebut terbuat dari akar- akar serta ranting pohon yang disusun demikian rupa. Pengunjung bisa memulai pendakian dengan melewati area hutan. Setelah itu memasuki kawasan berbatu-batu besar.

Dari kawasan itu trek pendakian akan mulai menanjak dan curam. Hingga di ujung pendakian pengunjung akan mendapati sebuah kawasan tebing dengan tangga menempel di sisi tebing. Dari tebing tersebut, pengunjung akan menuju puncak Gunung Parang dengan ketinggian 983 m ini.

Tangga yang dibuat digunakan sebagai sarana untuk memudahkan pendakian. Dikarenakan kemiringan tebing cukup curam mencapai 75 derajat.

Keindahan Gunung parang
Keindahan Gunung. Image via: traveloka.com

Simak juga: Bersihnya pasir pantai Wates rembang

Tips Mengunjungi Gunung Parang

  • Jangan lupa stretching sebelum naik Gunung Parang. Karena dijamin semua anggota tubuh gerak terutama otot tangan.
  • Pakai sepatu gunung/olahraga karena lumayan berasa kalau jari-jari ini langsung kepentok batu.
  • Pakai sarung tangan. Sebaiknya pakai yang sarung tangan motor yang keliatan jari-jarinya.
  • Pakai kaos yang nyaman (dryfit better), sunblock, dan kacamata hitam karena langsung terpapar sinar matahari.
  • Bawa tas kecil berupa backpackatau waistbagsupaya gak ganggu dan ribet. Isinya air, cemilan, p3k.
Bersantai di hammock salas atu cara menikmati alam gunung aprang
Hammock. Image via: @gunungparang_badega

Simak juga: Tirto Arum, oasenya jalur pantura

Objek Wisata Dekat Gunung Parang

Masih di sekitar tepian Waduk Jatiluhur, Purwakarta memiliki gunung indah lainnya, yaitu Gunung lembu. Gunung ini punya makam keramat dan juga pemandangan indah Waduk Jatiluhur dari atas ketinggian. Penamaan Gunung Lembu kepada gunung ini, karena dari kejauhan, gunung tampak seperti sapi yang sedang duduk.

Gunung lain di area yang berdekatan adalah Gunung Bongkok. Dengan ketinggian kurang lebih 975 mdpl, Pendakian Gunung Bongkok dapat ditempuh  kurang lebih 1 jam saja. Di puncak, pengunjung bisa meliat beberapa gunung lain dan Waduk Jatiluhur.

Bagaimana dengan informasi seputar Gunung Parang yang telah kami bagikan? Semoga bisa menjadi panduan pada saat berkunjung ke sana. Yang terpenting ialah untuk selalu menjaga kebersihan dan kelestarian dari setiap tempat wisata alam yang dikunjungi .

Semangat selalu!

Baca juga:

Leave a Comment